Kendari – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan bakal mengucurkan dana stimulan sebesar Rp 20 juta per unit rumah untuk program bedah rumah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kabar baiknya, dana segar untuk merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini dijadwalkan mulai cair dan dieksekusi pada Juni 2026 mendatang.

Suntikan dana puluhan juta rupiah ini ditargetkan mampu menyulap hunian warga berpenghasilan rendah (MBR) yang sebelumnya memprihatinkan, menjadi hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.

“Pelaksanaan perbaikan rumah dijadwalkan mulai Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026,” tegas Menteri PKP Maruarar Sirait saat meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Se-Sulawesi Tahun 2026 di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sultra, Jumat (29/5/2026).

Pria yang akrab disapa Menteri Ara ini menjelaskan, dana Rp 20 juta per warga tersebut merupakan bagian dari total anggaran fantastis sebesar Rp 179,46 miliar yang dialokasikan khusus untuk Provinsi Sultra pada Tahun Anggaran 2026.

Secara keseluruhan, ada 8.973 unit rumah di Bumi Anoa yang siap dibedah tahun ini. Jumlah tersebut melonjak sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang hanya menyasar 1.129 unit rumah.

“Kami berharap ke depan jumlah bantuan dapat terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program ini,” ujar Maruarar Sirait.

Demi memastikan dana Rp 20 juta tersebut benar-benar tepat sasaran dan tidak diselewengkan, Kementerian PKP akan memperketat pengawasan di lapangan. Pihaknya berjanji akan terus memantau dan berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah agar proyek rampung tepat waktu dan tepat mutu.

Guna memastikan fondasi program ini kuat sejak awal, peluncuran proyek masif ini juga dikawal langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Menteri Ara tampak didampingi oleh:

  • Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian

  • Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae

  • Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei

  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti

  • Wali Kota Kendari Siska Karina Imran

Usai seremonial, rombongan menteri bahkan langsung blusukan ke kawasan Poasia untuk meninjau langsung kondisi riil rumah warga yang berhak mengantongi dana stimulan tersebut. Ara juga mengapresiasi BPS yang telah menyajikan data akurat sebagai basis penyaluran bantuan.

Berdasarkan data Kementerian PKP, alokasi bantuan dana bedah rumah di Sultra tahun ini memang lebih difokuskan untuk membenahi wilayah pesisir. Berikut rincian sebarannya:

  • Wilayah Pesisir: 7.238 unit rumah

  • Wilayah Perdesaan: 902 unit rumah

  • Wilayah Perkotaan: 833 unit rumah

Sementara itu, khusus untuk Kota Kendari sendiri, jatah kuota yang disiapkan adalah sebanyak 548 unit rumah yang tersebar di 11 kecamatan. Kecamatan Puuwatu tercatat menjadi wilayah yang paling banyak mendapatkan jatah bedah rumah, yakni sebanyak 73 unit.

Berikut detail sebaran kuota bantuan bedah rumah di Kota Kendari:

  1. Puuwatu: 73 unit

  2. Kendari Barat: 63 unit

  3. Kendari: 60 unit

  4. Mandonga: 58 unit

  5. Poasia: 57 unit

  6. Nambo: 54 unit

  7. Abeli: 53 unit

  8. Baruga: 49 unit

  9. Kambu: 37 unit

  10. Wua-Wua: 24 unit

  11. Kadia: 20 unit

Melalui intervensi dana stimulan Rp 20 juta per rumah yang mulai cair bulan depan, pemerintah optimis bisa langsung mendongkrak kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan permukiman yang berkualitas di Sultra.

(Ikhsan)

9 / 100 Skor SEO