Kendari – Insiden dugaan penolakan penanganan medis terhadap balita berusia 2 tahun 8 bulan berinisial R di Puskesmas Kandai, Kota Kendari, menuai kecaman. DPRD Kota Kendari mendesak pihak Puskesmas untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap petugas Unit Gawat Darurat (UGD) yang bertugas saat kejadian.
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar, menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama di atas prosedur administrasi.
“Saya sampaikan pada Kepala Puskesmas untuk evaluasi petugas IGD, jangan lagi ditempatkan di situ. Pelayanan kesehatan tidak boleh mempersulit pasien, apalagi dalam kondisi darurat,” tegas Azhar, Sabtu (23/05/2026).
Peristiwa bermula pada Kamis (21/05) sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, balita R mengalami luka robek cukup parah pada bagian kaki akibat terkena pecahan kaca di rumahnya. Orang tua korban, Ridwan, segera membawa anaknya ke UGD Puskesmas Kandai untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun, alih-alih mendapatkan tindakan medis, Ridwan justru mengaku kecewa karena petugas sempat mempertanyakan status kepesertaan BPJS Kesehatan anaknya sebelum melakukan tindakan. Pihak Puskesmas bahkan mengarahkan keluarga untuk membawa korban ke Puskesmas Mata dengan alasan lokasi tersebut merupakan fasilitas kesehatan terdaftar bagi balita itu.
“Harusnya ditolong dulu karena ini darurat, tapi malah ditanya BPJS-nya,” keluh Ridwan.
Akibat tidak mendapat penanganan awal di Puskesmas Kandai, korban akhirnya dibawa ke Puskesmas Mata dan langsung mendapatkan jahitan pada luka di kakinya.
La Ode Azhar mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi insiden tersebut kepada pihak Puskesmas Kandai. Menurut keterangan pihak Puskesmas, insiden itu terjadi akibat adanya miskomunikasi antara petugas medis dan keluarga pasien.

Meski pihak Puskesmas berdalih terjadi miskomunikasi, Azhar menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat diterima untuk kasus yang bersifat darurat. Ia meminta kejadian ini menjadi pelajaran serius bagi seluruh fasilitas kesehatan di Kota Kendari agar lebih humanis dan tanggap terhadap pasien dalam kondisi mendesak.



Tinggalkan Balasan