Muna – Dua kelompok pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) terlibat tawuran di Desa Mabolu, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Kedua kelompok pelajar tersebut berasal dari SMPN 4 Lohia dan SMPN 1 Kontunaga.

Kepala SMPN 1 Kontunaga, La Nufi, menjelaskan insiden bermula saat 12 siswa kelas 3 dari sekolahnya mengendarai sepeda motor menuju destinasi wisata di Desa Lasunapa pada Selasa (19/5). Namun, saat dalam perjalanan pulang dari lokasi permandian dan melintas di Desa Mabolu, rombongan siswa itu diduga dilempari oleh pelajar dari SMPN 4 Lohia.

“Saya sudah panggil anak-anak yang terlibat untuk mengetahui kronologisnya. Jadi hari Selasa itu, anak-anak pergi ke permandian pukul 08.00 Wita dan kembali jam 11.00 Wita. Saat pulang, mereka dilempar siswa SMP 4 Lohia,” jelas Nufi kepada Kendariinfo, Kamis (21/5).

Setelah aksi pelemparan, dua kelompok siswa kemudian berkomunikasi melalui grup WhatsApp. Nufi mengatakan sebanyak sembilan siswanya kemudian berkunjung ke SMPN 4 Lohia pada Rabu (20/5). Di sana, siswanya menanyakan dan mencari pelajar yang melakukan pelemparan. Pertanyaan tersebut justru memicu keributan antarsiswa.

“Mereka rupanya ada grup. Dalam grup mereka saling mengajak untuk duel. Sembilan siswa ini ke sana rencananya untuk atur damai. Saat menanyakan pelajar yang melempar, pertanyaan itu membuat mereka ditendang dan dipukul,” katanya.

Nufi menyebut siswa terlibat tawuran merupakan kelas 3 yang sudah selesai mengikuti ulangan. Pihaknya juga telah meliburkan para siswa pada Selasa kemarin.

“Kami sudah sampaikan kepada mereka secara lisan, mulai Selasa hingga 2 Juni baru masuk sekolah. Tidak ada siswa dari SMP 1 Kontunaga yang mengalami luka-luka akibat tawuran tersebut,” ujarnya.

Kepala SMPN 4 Lohia, Ahmad Yamin, mengatakan aksi pelemparan terjadi karena siswa SMPN 1 Kontunaga diduga menggeber-geber sepeda motor saat melintas di depan sekolah. Ia menyebut pelaku pelemparan merupakan siswa kelas 3 yang kini telah menyelesaikan ujian.

Namun pada saat pelemparan terjadi itu, para siswa kelas 3 datang ke sekolah untuk menyelesaikan ujian praktik.

“Siswa SMP 1 Kontunaga sebanyak 6 sepeda motor lewat depan sekolah dengan menggeber-geber kendaraan. Anak-anak kelas 3 mungkin merasa terganggu,” ujarnya.

Terkait tawuran antarkelompok pelajar SMPN, Ahmad menyebut persoalan itu sudah diselesaikan. Para siswa yang terlibat pun sudah dipertemukan.

“Persoalan itu sudah kami selesaikan antara kedua sekolah. Anak-anak yang terlibat juga sudah kami pertemukan,” pungkasnya.

sumber: kendari.info

65 / 100 Skor SEO