Konawe Selatan – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melalui Satuan Brimob resmi memulai pembangunan (ground breaking) Gudang Ketahanan Pangan Polri Tipe 654. Gudang dengan kapasitas penyimpanan jumbo mencapai 1.000 ton ini dibangun di lingkungan Satbrimob Polda Sultra, Konawe Selatan.
Menariknya, prosesi peletakan batu pertama pada Sabtu (16/5/2026) ini terhubung langsung via Zoom Meeting nasional yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pembangunan infrastruktur ini menjadi langkah taktis dalam menyokong stabilitas distribusi dan ketersediaan bahan pangan di daerah.
“Polda Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, berkelanjutan, dan merata bagi masyarakat,” tulis taklimat resmi Polda Sultra yang diterima, Selasa (19/5/2026).
Sejumlah pejabat teras ikut mengawal langsung jalannya seremoni ini. Di antaranya Karolog Polda Sultra Kombes Lilik Istiyono, Dansat Brimob Polda Sultra Kombes Agus Setiawan, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, serta perwakilan instansi eksternal seperti Perum Bulog, KPKNL, Dinas Ketahanan Pangan, hingga pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Tak sekadar mendirikan bangunan fisik berupa gudang penyimpanan, Polda Sultra juga mengintegrasikan program ini dengan aksi nyata di hulu. Korps Bhayangkara di bumi anoa ini ikut menggenjot program penanaman jagung yang merupakan salah satu komoditas strategis nasional.
Melalui optimalisasi pemanfaatan lahan-lahan produktif milik instansi, program penanaman jagung ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas pertanian lokal. Hasilnya nanti akan diproyeksikan untuk memperkuat cadangan sekaligus kemandirian pangan di jazirah Sulawesi Tenggara.
Ke depan, kehadiran Gudang Ketahanan Pangan Polri ini ditargetkan menjadi episentrum strategis. Bukan hanya sebagai tempat transit logistik, melainkan instrumen penting penyangga stabilitas stok pangan dan memotong rantai distribusi agar lebih efektif saat menyentuh masyarakat Sultra.
Pembangunan fasilitas ini sekaligus menjadi bukti konkret bahwa peran Polri saat ini kian adaptif, tidak sekadar menjaga kamtibmas, tetapi ikut pasang badan mengamankan sektor perut bumi pasca-instruksi langsung dari Presiden pusat. (red)






Tinggalkan Balasan