KENDARI — Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Fahri Yamsul, menegaskan bahwa Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan hanya kegiatan seremonial pengibaran bendera, tetapi merupakan sarana pembentukan karakter dan kaderisasi calon pemimpin bangsa.

Hal itu disampaikan saat membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara pada pembukaan Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, yang digelar di Hotel Plaza Kubra, Senin (18/5/2026).

“Paskibraka merupakan wadah kaderisasi generasi muda bangsa yang berkarakter Pancasila, berjiwa nasionalis, disiplin, tangguh, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Fahri dalam sambutan tersebut.

Ia menyebut, para peserta seleksi merupakan putra-putri terbaik dari 16 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara yang telah melewati seleksi ketat di daerah masing-masing. Karena itu, mereka diminta menjaga sportivitas serta menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi berlangsung.

Fahri juga menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan dalam seluruh tahapan seleksi yang kini semakin ketat dan transparan.

Menurutnya, seleksi Paskibraka tahun ini tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga mental, wawasan kebangsaan, hingga karakter peserta sebagai calon duta bangsa.

“Proses ini kita harapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap mengibarkan bendera, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas,” ujarnya.

Seleksi Paskibraka Sultra 2026 diikuti 77 peserta dan akan berlangsung selama empat hari dengan melibatkan unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, psikolog, hingga Purna Paskibraka Indonesia. (red)

18 / 100 Skor SEO