KENDARI – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui aksi karya bakti pembersihan sampah di kawasan Papalimba Beach, Teluk Kendari, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung kesuksesan perhelatan internasional UCLG ASPAC 2026 sekaligus memperkuat gerakan hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Aksi sosial yang berlangsung di ikon wisata baru Kota Lulo ini melibatkan kolaborasi antara HAKLI Provinsi Sultra, HAKLI Kota Kendari, serta dihadiri langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.

Turut hadir mendampingi, Ketua HAKLI Kota Kendari, Hasria, SKM, MAP, yang menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam isu lingkungan.

Ketua PP HAKLI Sultra, Andi Sultan Bakri, SKM, MSc, menyatakan bahwa pembersihan di kawasan Papalimba Beach ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari program berkelanjutan untuk membangun budaya masyarakat.

“Kerja bakti ini menjadi perhatian serius HAKLI Provinsi dan Kota Kendari. Upaya ini dilakukan untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan terdekat kita,” ujar Andi Sultan Bakri di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini, lanjut Andi, sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan tertata dan sehat sebagai fondasi pembangunan daerah.

Program ini juga mendapat sokongan penuh dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Andi Edy Surahmat, dalam penguatan sektor kesehatan lingkungan.

Namun, Andi Sultan Bakri mengakui bahwa menanamkan kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan masih menghadapi kendala besar terkait pola pikir (mindset) masyarakat.

Kata dia, rendahnya kesadaran kolektif dan anggapan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab petugas semata menjadi tantangan yang harus dipecahkan.

“Budaya instan dan kurangnya rasa memiliki terhadap lingkungan masih terasa. Selain itu, penegakan aturan yang belum tegas terhadap pelanggar membuat regulasi sering dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Sebagai organisasi profesi, HAKLI berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam memberikan edukasi publik dan komunikasi persuasif.

HAKLI Sultra berharap kawasan Teluk Kendari tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga simbol kota yang bersih dan berdaya saing.

“Jika kesadaran itu tumbuh, lingkungan sehat bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi menjadi budaya hidup bersama bagi generasi mendatang,” pungkas Andi. (red)

59 / 100 Skor SEO