Kendari – Aktivitas pertambangan nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, kembali menuai sorotan.

Perusahaan tersebut dinilai belum merealisasikan komitmen pembangunan smelter yang sebelumnya dijanjikan kepada masyarakat.

Sorotan itu datang dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka menilai PT SCM lebih fokus pada aktivitas penambangan dan penjualan bijih nikel dibandingkan membangun fasilitas pemurnian.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan bahwa pada awal kehadirannya, PT SCM mendapat dukungan luas dari masyarakat karena berkomitmen membangun smelter di Routa.

“Awalnya banyak yang mendukung karena mereka berjanji akan membangun smelter. Tapi faktanya sekarang, PT SCM lebih aktif menambang dan menjual ore dibandingkan membangun smelter,” kata Hendro, Sabtu (4/4/2026).

Menurut Hendro, aktivitas produksi perusahaan bahkan terbilang besar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT SCM disebut telah memproduksi sekitar 6,9 juta metrik ton nikel pada semester I tahun 2025.

Hal itu, kata dia, semakin menguatkan dugaan bahwa perusahaan tersebut telah mengabaikan komitmen awal pembangunan smelter.

“Sudah lebih dari 10 tahun, bahkan Amdalnya sudah selesai sejak 2022. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pembangunan smelter. Mereka hanya fokus menambang dan menjual hasilnya ke Morowali,” ujarnya.

Ampuh Sultra pun meminta pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas.

Mereka mendesak agar aktivitas PT SCM dihentikan sementara, sekaligus dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan (IUP) serta kuota produksi perusahaan tersebut.

“Harus ada penghentian sementara dan evaluasi, baik terkait luas wilayah IUP maupun kuota produksinya,” tegas Hendro.

Ia juga menilai besarnya izin dan kuota produksi yang dimiliki PT SCM tidak lepas dari janji pembangunan smelter yang pernah disampaikan perusahaan.

“Kami melihat keistimewaan itu diberikan karena komitmen membangun smelter. Kalau janji itu tidak terealisasi, maka wajib dievaluasi kembali,” pungkasnya. (red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
59 / 100 Skor SEO