Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi performa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Utama Sultra. Ia menyebut manajemen saat ini jauh lebih transparan dan menunjukkan hasil nyata bagi daerah.
“Saya tidak tahu juga Perumda setelah dia 5 bulan ya itu sudah mempunyai aset 6 koma sekian (miliar) dan sudah dia setorkan ke kas daerah dividennya sudah dia kasih Rp 1 miliar. Nah dulu ke mana saja? Kalau bertahun-tahun ya kan tidak jelas,” ujar Andi Sumangerukka.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur yang akrab disapa ASR ini saat memimpin Rapat Koordinasi di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Selasa (31/3/2026).
Dalam rapat tersebut, ASR membandingkan kondisi masa lalu di mana pengelolaan aset daerah seringkali tidak memberikan kontribusi yang jelas. Kini, ia mempercayakan penuh penataan kawasan strategis seperti Tugu Religi Sultra (eks MTQ) kepada Perumda di bawah kepemimpinan Akhmad Rizal, S.H.
“Nanti akan dikelola oleh Perumda secara profesional. Saya perbaiki dulu di parkir-parkirannya, setelah kita perbaiki semua parkir-parkirannya, maka nanti akan dikelola secara profesional,” tegas Gubernur ASR.
Merespons instruksi tersebut, Direktur Utama Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal, S.H., mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai bergerak melakukan sterilisasi kawasan MTQ. Fokus utamanya adalah penataan parkir dan edukasi bagi pelaku UMKM agar tidak mengganggu ketertiban umum.
“Alhamdulillah 3 bulan terakhir itu pengelolaan MTQ ini kan separuh, tengahnya dari arah belakang ke depan menuju kantor wali kota, didelegasikan kepada Perumda untuk mengelolanya. Terkait sampah dan perparkiran, insyaallah kami sudah menata,” kata Akhmad Rizal di hadapan peserta rapat.
Ia menambahkan bahwa sistem parkir modern dengan portal uji coba telah dipasang dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tanggal 7 mendatang. Langkah ini diambil untuk menertibkan kendaraan yang kerap memarkir di bahu jalan dan memicu insiden kecelakaan.

Meski melakukan penertiban, Akhmad Rizal memastikan pihaknya tetap merangkul masyarakat lokal dan ormas yang sebelumnya ada di kawasan tersebut. Mereka akan dilibatkan sebagai tenaga kerja resmi untuk menghindari konflik sosial.
“Kami libatkan kawan-kawan perparkiran di situ menjadi pegawai freelance. Prinsipnya saling berbagi, saling menikmati, dan merasakan hasil yang proporsional supaya tidak ada konflik,” jelasnya.
Dengan dukungan penuh dari Gubernur Andi Sumangerukka, Perumda Utama Sultra optimistis kawasan Tugu Religi akan kembali menjadi ikon kebanggaan Sultra yang tertib, bersih, dan memberikan nilai ekonomi bagi daerah. (perdetik)




Tinggalkan Balasan