TEHERAN, — Serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah diperkirakan menimbulkan kerugian hingga US$800 juta atau sekitar Rp13,5 triliun dalam dua pekan pertama konflik.
Laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang diperkuat analisis BBC menyebutkan, sebagian besar kerusakan terjadi pada fase awal serangan balasan Iran, tepat setelah operasi militer Amerika Serikat dan Israel dimulai pada akhir Februari 2026.
Penasihat senior CSIS, Mark Cancian, menyatakan kerusakan terhadap aset militer AS di kawasan sebenarnya cukup signifikan, meski angka pastinya masih sulit dipastikan.
“Kerusakan pada pangkalan-pangkalan AS selama ini kurang terekspos, tetapi indikasinya cukup besar,” ujarnya.
Radar dan Sistem THAAD Jadi Target Utama
Serangan Iran dilaporkan menyasar sistem pertahanan udara dan komunikasi strategis milik AS, termasuk radar dalam sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Salah satu kerusakan terbesar terjadi pada radar AN/TPY-2 di Yordania, yang nilainya mencapai US$485 juta atau sekitar Rp8,2 triliun. Sistem ini berfungsi sebagai komponen vital dalam mendeteksi dan mencegat rudal balistik.



Tinggalkan Balasan