KOLAKA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kadin Kabupaten Kolaka tersebut akan digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Halaman Kantor Camat Pomalaa.

Dalam kegiatan ini, Kadin Sulawesi Tenggara menyiapkan sekitar 12.000 paket pangan murah yang dapat dibeli masyarakat dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Beberapa komoditas yang disediakan antara lain beras SPHP 5 kilogram seharga Rp55.000, telur satu rak Rp60.000, gula pasir 1 kilogram Rp14.000, serta minyak goreng 1 liter Rp15.000.

Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Layanan kesehatan yang disiapkan meliputi pemeriksaan tekanan darah, asam urat, gula darah, serta kolesterol.

Ketua Umum Kadin Sulawesi Tenggara Anton Timbang mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kontribusi dunia usaha dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya Kadin Sultra untuk membantu masyarakat serta mendukung langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan oleh Kadin Sultra di Kota Kendari dan akan terus diperluas ke sejumlah daerah lainnya.

“Setelah Kolaka, kegiatan Gerakan Pangan Murah juga direncanakan akan dilaksanakan di Kota Baubau, mengingat tingkat inflasi di daerah tersebut cukup tinggi,” kata Anton.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka menunjukkan bahwa pada Februari 2026 inflasi Year on Year (y-on-y) Kolaka mencapai 7,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,83.

Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan sejumlah kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,29 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,71 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang naik hingga 34,04 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,05 persen; transportasi 0,64 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 1,47 persen; pendidikan 2,45 persen; penyediaan makanan dan minuman atau restoran 1,82 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 31,84 persen.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi, yakni kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,63 persen serta kelompok kesehatan sebesar 2,08 persen.

Ketua Kadin Kolaka Hj. Vebrianti Safrudin mengapresiasi inisiatif Kadin Sultra yang menghadirkan program tersebut di Kabupaten Kolaka.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Kami mengajak masyarakat Pomalaa dan sekitarnya untuk datang dan memanfaatkan kegiatan ini,” ujarnya.

Melalui program Gerakan Pangan Murah ini, Kadin Sultra berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. (red)

64 / 100 Skor SEO