Kolaka – Pembangunan Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di Kabupaten Kolaka terus menunjukkan progres positif. Hal ini terungkap saat Kawasan IPIP menerima kunjungan inspeksi gabungan dari Komisi V DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka guna meninjau langsung perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang memimpin delegasi tersebut menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan investasi IPIP di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, wilayah Kolaka memiliki keunggulan strategis berupa kekayaan sumber daya nikel yang melimpah, sehingga pembangunan kawasan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat daerah.
Dalam pertemuan di ruang konferensi, CEO IPIP Ning Jiancheng memaparkan secara detail rencana tata letak industri masa depan serta kemajuan pembangunan fisik yang tengah berjalan. Hingga saat ini, proyek dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan besar, yang sekaligus menjadi bukti efisiensi pengelolaan proyek berskala nasional di daerah.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menambahkan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi di Kolaka sangat strategis namun memerlukan perhatian serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama agar rantai industri nikel ini mampu meningkatkan daya saing global.
Rangkaian inspeksi kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area site pembangunan. Delegasi DPR RI dan Bupati Kolaka, H. Amri, melihat dari dekat kemajuan proyek Smelting Plant serta berbagai fasilitas pendukung kawasan. Tim inspeksi memberikan apresiasi terhadap kualitas konstruksi dan sistem manajemen lingkungan yang diterapkan oleh pihak pengelola.
Sebagai salah satu pilar PSN, IPIP berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama erat dengan pemerintah guna memastikan percepatan pembangunan industri nikel. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan. (red)


Tinggalkan Balasan