Kendari – Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran melantik dan mengambil sumpah empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II serta 11 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Pelantikan ini menjadi sorotan lantaran Wali Kota memberikan arahan menohok terkait penanganan jalan rusak hingga respons pejabat terhadap kritik warga di media sosial.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berdasarkan Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 504 Tahun 2026 tersebut berlangsung khidmat di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (20/7/2026).
Adapun empat pejabat Eselon II yang resmi menduduki posisi strategis baru meliputi:
Muhammad Jayadi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Seko Kaimuddin Haris sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida)
Rukmana sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
La Ode Marvin Nurjan sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
Dalam arahannya, Siska menegaskan bahwa rotasi dan pengisian jabatan ini dilakukan murni berdasarkan kebutuhan organisasi, kompetensi, rekam jejak, serta integritas, bukan sebatas formalitas administrasi.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan ataupun formalitas administrasi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik kepada negara, masyarakat maupun kepada Allah SWT,” tegas Siska.
Siska secara khusus memberikan perhatian dan ‘Warning’ kepada pimpinan Dinas PUPR serta BKAD yang baru dilantik. Menurutnya, dua instansi ini memegang peran krusial dalam pelayanan dasar dan pengelolaan keuangan yang berdampak langsung ke masyarakat.
Ia mengungkapkan akan menerapkan kriteria kerja ketat bagi pimpinan di dua instansi tersebut. Masalah krusial kota seperti perbaikan jalan rusak, pembenahan drainase, penerangan jalan umum (PJU), hingga fleksibilitas pengelolaan anggaran daerah harus mampu dieksekusi secara cepat dan tepat.

“Bersyukurlah karena kesempatan (jabatan Eselon II) ini tidak dimiliki semua orang dari sekitar 5.000 ASN di Pemkot Kendari. Jagalah kepercayaan ini dengan bekerja ikhlas dan penuh integritas,” pesannya.
Menariknya, Orang Nomor Satu di Kota Kendari ini juga mengingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengubah cara pandang dalam merespons aduan serta kritik masyarakat di media sosial. Siska meminta para pejabat tidak merespons keluhan warga secara emosional.
“Kalau masyarakat memberi informasi, jangan marah. Justru kita harus berterima kasih karena mereka membantu kita melihat persoalan yang mungkin luput dari perhatian pemerintah,” imbaunya.
Siska mencontohkan, laporan keluhan warga mengenai jalan berlubang hingga lampu jalan padam di media sosial yang diterimanya sering kali langsung ia teruskan ke OPD teknis untuk segera dieksekusi di lapangan.
Di akhir sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga hierarki organisasi, memperkuat kolaborasi lintas OPD, serta menjaga integritas ASN agar kasus-kasus yang sempat mencemarkan nama baik Pemkot Kendari tidak kembali terulang di masa mendatang. (red)




Tinggalkan Balasan