Ekobis

STABILITAS KEUANGAN RI KEBAL GUNCANGAN AS, Rupiah Menguat, Kredit Investasi Lompat 15%

10
×

STABILITAS KEUANGAN RI KEBAL GUNCANGAN AS, Rupiah Menguat, Kredit Investasi Lompat 15%

Sebarkan artikel ini

(JAKARTA) – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua DK OJK, dan Ketua DK LPS, pada Jumat (31/10/2025) menegaskan bahwa Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Triwulan III 2025 tetap terjaga dan siap mendukung target pertumbuhan ekonomi Pemerintah tahun 2025.

Meskipun ekonomi global masih menghadapi tantangan ketidakpastian tinggi (terutama dampak tarif impor AS), KSSK sepakat memperkuat sinergi kebijakan dan kewaspadaan untuk memitigasi risiko.

Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan mencapai target Pemerintah. Keyakinan ini didukung oleh beberapa indikator kunci:

  • PMI Manufaktur kembali ekspansif, mencapai 51,2 pada Oktober 2025.

  • Neraca Perdagangan Triwulan III 2025 surplus $14,00 miliar.

  • Proyeksi Pertumbuhan Full Year 2025 diproyeksikan tumbuh hingga 5,2%.

Bank Indonesia (BI) konsisten menerapkan bauran kebijakan pro-stability and growth:

  • BI-Rate Dipangkas: BI menurunkan BI-Rate total 75 bps (25 bps masing-masing pada Juli, Agustus, dan September 2025) sehingga mencapai 4,75%, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga sasaran inflasi .

  • Rupiah Menguat: Meskipun sempat melemah, nilai tukar Rupiah kembali menguat menjadi Rp16.630 per Dolar AS pada 31 Oktober 2025, didukung kebijakan stabilisasi BI dan penguatan implementasi DHE SDA.

  • Insentif Likuiditas (KLM) Diperkuat: BI memperkuat Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) berbasis kinerja (lending dan interest rate channel) dengan total insentif tertinggi mencapai 5,5% dari DPK. Total insentif KLM hingga minggu pertama Oktober 2025 mencapai Rp393 triliun, diarahkan ke sektor prioritas seperti UMKM, pertanian, dan real estate.

Sektor Jasa Keuangan nasional tetap stabil, ditopang permodalan kuat dan likuiditas memadai.

  • Kredit Perbankan: Tumbuh stabil 7,70% yoy menjadi Rp8.162,82 triliun. Kredit Investasi memimpin pertumbuhan tertinggi sebesar 15,18% yoy.

  • Kualitas Kredit: Rasio NPL gross terjaga di level 2,24%, sementara CAR perbankan sangat kuat di level 26,15%.

  • Pasar Modal: IHSG mencatatkan penguatan dan beberapa kali menembus All-Time High, ditutup pada level 8.163,88 per 31 Oktober 2025 (apresiasi 15,31% ytd).

  • Aset Kripto: Jumlah konsumen terus meningkat, mencapai 18,61 juta dengan nilai transaksi September 2025 tercatat Rp38,64 triliun.

 

Sebagai langkah nyata menjaga integritas dan melindungi konsumen, OJK mengambil tindakan tegas:

  • Blokir Rekening Judi Online: OJK telah meminta bank melakukan pemblokiran terhadap ±25.912 rekening dari data Kementerian Komunikasi dan Digital.

  • POJK Akses Pembiayaan UMKM: Diterbitkan untuk mempermudah UMKM mendapatkan pembiayaan/kredit secara mudah dan inklusif, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

LPS berperan aktif menjaga kepercayaan masyarakat dan mendorong perbankan menyesuaikan suku bunga simpanan ke tingkat yang wajar.

  • Cakupan Penjaminan: Tetap di atas 90% dari total rekening perbankan nasional.

  • Penanganan BPR/S: Sepanjang 2024-2025, LPS menangani 26 BPR/S (23 dilikuidasi, 1 diselamatkan, 2 dalam proses).

  • Asuransi: LPS mengintensifkan persiapan pelaksanaan Program Penjaminan Polis Asuransi yang ditargetkan aktif sebelum tahun 2028.

KSSK berkomitmen menyelesaikan perumusan peraturan pelaksanaan amanat UU P2SK dan terus mendukung program prioritas Pemerintah demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!