Kendari – Kabar baik bagi warga Metro Kendari. Di tengah hantaman badai inflasi yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra), kondisi ekonomi di ibu kota provinsi ini tercatat masih relatif stabil dan terkendali.

Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Kendari mencatatkan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,95 persen pada Maret 2026. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Kabupaten Kolaka yang “terbakar” hingga menembus 6,02 persen.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Kendari, Dr. Ir. Nismawati, mengungkapkan bahwa terkendalinya angka inflasi ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Pemerintah Kota dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Data statistik ini menunjukkan kebijakan yang kita ambil sudah tepat sasaran. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan pasokan pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Nismawati di Kantor BPS Kendari, Rabu (1/4/2026).

Meski secara umum terkendali, BPS memberikan catatan khusus terkait beberapa komoditas yang mulai merangkak naik jelang Idulfitri. Menariknya, baju muslim wanita dan emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang andil inflasi di bulan Maret.

Selain itu, komoditas pangan seperti ikan kembung, beras, dan cabai rawit tetap menjadi perhatian utama karena fluktuasi harganya yang cukup dinamis secara month to month.

Pemkot Kendari menegaskan tidak akan lengah meski angka saat ini masih di bawah 3 persen. Penguatan kolaborasi lintas sektor terus didorong, terutama dalam memantau jalur distribusi bahan pokok guna mengantisipasi lonjakan permintaan di pertengahan tahun 2026.

“Ketersediaan data yang valid dari BPS membantu kami merumuskan langkah strategis secara tepat waktu, sehingga gejolak harga di pasar bisa segera kita redam,” tutup Nismawati. (red)

12 / 100 Skor SEO