KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan pengelolaan jasa cleaning service di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berjalan transparan, sesuai aturan, sekaligus berpihak pada kesejahteraan tenaga kebersihan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Sultra, La Ode Mahbub, menegaskan bahwa proses pengadaan jasa kebersihan dilakukan melalui mekanisme e-katalog dan telah sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Ternyata e-katalog. Makanya kemarin saya panggil staf ini, saya bilang bicara dengan media, luruskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” kata La Ode Mahbub di Kendari, Selasa 20 Mei 2026.

Menurutnya, klarifikasi tersebut penting disampaikan agar informasi yang berkembang di publik tidak menimbulkan persepsi keliru terhadap tata kelola pengadaan di lingkungan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, penyesuaian administrasi sempat dilakukan menyusul pergantian Pengguna Anggaran (PA).

Karena itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melakukan pembaruan sistem administrasi pengadaan agar seluruh proses tetap berjalan akuntabel dan sesuai regulasi terbaru.

Selain pembenahan administrasi, Bapenda Sultra bersama pihak penyedia jasa juga menerapkan skema baru pembayaran gaji tenaga kebersihan yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja.

Melalui sistem tersebut, gaji petugas kebersihan dipastikan dibayarkan setiap tanggal 1 setiap bulan meski anggaran dari kas daerah belum cair.

“Ini menyangkut kesejahteraan orang-orang yang bekerja. Komitmennya setiap tanggal 1 gaji langsung ditransfer walaupun anggaran dari keuangan belum cair,” ujar Mahbub.

Sementara itu, pihak penyedia jasa outsourcing turut memberikan klarifikasi terkait pengelolaan anggaran jasa kebersihan yang mencapai lebih dari Rp600 juta per tahun.

Lutfi selaku pengelola jasa cleaning service menegaskan bahwa seluruh anggaran dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai mekanisme pengadaan pemerintah.

“Anggaran ini kami kelola secara profesional dan terukur. Di dalamnya termasuk bahan kebersihan, peralatan kerja, seragam pegawai, perawatan fasilitas umum, hingga jaminan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Lutfi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, anggaran tersebut merupakan anggaran operasional selaku penyedia jasa untuk dua lokasi utama, yakni Kantor Bapenda Sultra dan UPTD Samsat Sultra selama satu tahun penuh.

Ia menegaskan penggunaan anggaran tidak hanya untuk pembayaran upah pekerja, tetapi juga mendukung kebutuhan operasional layanan kebersihan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Lutfi menyebut pihaknya saat ini mempekerjakan 14 tenaga kebersihan dan satu koordinator lapangan.

Selain memastikan gaji dibayar tepat waktu, perusahaan juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja melalui bonus dan tunjangan internal.

“Kami tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, termasuk bonus dan tunjangan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka,” jelasnya.

Ia juga memastikan koordinasi dengan pihak Bapenda Sultra, khususnya PPK dan PPTK, berjalan baik selama pelaksanaan kontrak.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak PPK dan seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Tidak ada hal yang keluar dari mekanisme kontrak,” tegasnya.

Di lapangan, para petugas kebersihan mengaku merasakan manfaat dari sistem baru tersebut, terutama terkait kepastian pembayaran gaji.

Salah seorang petugas kebersihan, Rahma mengaku bersyukur karena gaji kini diterima lebih tepat waktu sehingga membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kalau gaji tepat waktu kami tentu merasa tenang bekerja. Kebutuhan rumah tangga juga bisa lebih teratur,” ujarnya.

Petugas lainnya, mengatakan perhatian terhadap perlengkapan kerja dan kesejahteraan pekerja kini lebih baik.

“Kami merasa dihargai karena selain gaji tepat waktu, perlengkapan kerja juga diperhatikan. Jadi kami lebih semangat bekerja menjaga kebersihan kantor,” katanya.

Sementara itu salah satu koordinator lapangan, menyebut komunikasi antara pekerja, perusahaan, dan pihak Bapenda Sultra berjalan kondusif.

“Kalau ada kebutuhan di lapangan cepat direspons, jadi pekerjaan bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Respons positif juga datang dari warga yang berkunjung ke Kantor Samsat Sultra. Mereka menilai kondisi pelayanan dan kebersihan kantor saat ini terasa lebih nyaman.

Salah seorang warga Kendari, Afriadi mengaku melihat lingkungan kantor Samsat lebih bersih dan tertata saat mengurus pajak kendaraan.

“Kalau datang sekarang memang terasa lebih bersih dan nyaman. Ruang tunggu juga rapi, jadi masyarakat lebih enak saat mengurus administrasi,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Nurhayati, berharap pelayanan seperti itu bisa terus dipertahankan karena memberi kenyamanan bagi masyarakat.

“Petugas kebersihannya juga ramah dan cepat bekerja. Menurut saya ini bagus karena kantor pelayanan memang harus bersih supaya masyarakat nyaman,” katanya.

Hal senada disampaikan Ridwan, warga yang mengurus perpanjangan STNK. Ia menilai kebersihan lingkungan kantor ikut memengaruhi kualitas pelayanan publik.

“Kalau kantor bersih masyarakat juga merasa dilayani dengan baik. Jadi saya kira langkah pemerintah memperhatikan tenaga kebersihan ini memang penting,” tuturnya.

Hingga saat ini, layanan kebersihan di lingkungan Bapenda Sultra dan UPTD Samsat disebut tetap berjalan normal guna mendukung kenyamanan pelayanan publik bagi masyarakat. (red)

60 / 100 Skor SEO