Peristiwa

Longsor Cibeunying Timbun 21 Warga, Polri Kerahkan 155 Personel dan 4 Anjing Pelacak K9

28
×

Longsor Cibeunying Timbun 21 Warga, Polri Kerahkan 155 Personel dan 4 Anjing Pelacak K9

Sebarkan artikel ini
Longsor Cibeunying

Cilacap,— Bencana longsor hebat melanda Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.20 WIB. Peristiwa yang diawali suara gemuruh dari perbukitan ini menimbun sejumlah rumah warga, menyebabkan 21 warga dilaporkan tertimbun material tanah dalam volume besar.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) langsung memperkuat operasi Search and Rescue (SAR). Sejak dini hari, Polri telah mengerahkan sumber daya penuh untuk mempercepat pencarian korban dan penanganan masyarakat terdampak.

Untuk operasi pencarian yang dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB pagi ini, Polri mengerahkan total 155 personel, terdiri dari 125 personel Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob. Selain kekuatan personel, Polri juga menurunkan 4 anjing pelacak (K9). Anjing pelacak ini diandalkan untuk mendeteksi titik-titik pasti lokasi korban tertimbun di bawah lapisan tanah yang tebal.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menegaskan bahwa Polri bekerja all out dalam misi kemanusiaan ini. Ia memastikan bahwa keselamatan warga dan tim pencarian menjadi prioritas utama, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi memicu longsor susulan.

Kapolresta Cilacap melaporkan perkembangan terbaru bahwa pada pukul 10.45 WIB, satu korban berhasil ditemukan. Korban tersebut teridentifikasi atas nama Yuni dari Dusun Tarukahan yang sebelumnya masuk daftar orang hilang.

Dengan ditemukannya korban ini, jumlah warga yang masih dalam pencarian di bawah timbunan longsor kini menjadi 20 orang.

Meskipun medan sangat berat dan tebalnya timbunan tanah menghambat penggunaan alat berat, tim gabungan SAR yang terdiri dari Polri, Basarnas, BPBD, TNI, dan relawan terus bekerja menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan senso untuk membuka akses dan mencari korban.

Polri bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap telah mendirikan Posko Tanggap Darurat untuk memusatkan koordinasi bencana. Posko ini juga dilengkapi dengan fasilitas penting bagi warga terdampak:

  • Rumah sakit darurat dan layanan medis cepat.

  • Tenda-tenda pengungsian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

  • Tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban dan warga selamat yang mengalami tekanan emosional.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjauhi area tebing rawan runtuhan, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan. Operasi SAR akan dilanjutkan sepanjang hari dengan kekuatan penuh hingga seluruh korban berhasil ditemukan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!