KENDARI – Pemerintah Kota Kendari turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional. Pelaksanaan GPM di Kendari digelar secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Kantor Camat Kadia pada Sabtu (30/8). Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua.
Dalam sambutan daringnya, Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi seluruh kepala daerah yang berpartisipasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan masyarakat merasakan manfaatnya, serta mencegah pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah ini melibatkan seluruh 17 kabupaten/kota di provinsi. Secara khusus, program ini menyasar 221 kecamatan, dengan alokasi sekitar 7 ton beras per kecamatan yang ditujukan untuk masyarakat rentan dan kurang mampu.
Hugua menyebut, program ini hampir bisa dipastikan mampu memenuhi kebutuhan pangan warga, terutama kelompok rawan. Langkah strategis ini juga menjadi upaya pemerintah daerah, termasuk Kota Kendari, untuk menekan angka inflasi.
“Stabilitas harga sangat penting demi menjaga ketertiban sosial, keamanan, hingga kondisi politik di daerah,” tegasnya.
Tercatat, inflasi provinsi Sultra saat ini berada di angka 3,72 persen. Melalui GPM, pemerintah Kota Kendari berkomitmen penuh untuk menjaga pasokan dan harga pangan agar tetap stabil, memastikan daya beli masyarakat tidak tergerus.**