Kendari – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia.
Potensi tersebut ditopang kekuatan sektor UMKM, industri halal, hingga pariwisata berbasis nilai syariah.
Hal itu disampaikan Destry secara virtual saat membuka Sultra Maimo Syariah Fest (SMSF) 2026 di Kendari, Jumat 24 April 2026.
“Atas nama Dewan Gubernur Bank Indonesia, kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan seluruh mitra strategis BI yang selama ini terus bersinergi memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Destry.
Menurutnya, penyelenggaraan Sultra Maimo Syariah Fest menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, komunitas syariah, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Destry menjelaskan, di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan daya tahan kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat berada di kisaran 5 persen, sementara inflasi tetap terjaga pada rentang sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Sejalan dengan itu, sektor ekonomi syariah nasional juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) tumbuh 6,21 persen secara tahunan, naik dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 4 persen.
“Pertumbuhan itu ditopang sektor pertanian, makanan-minuman halal, pariwisata ramah muslim, dan modest fashion yang terus berkembang,” katanya.

Destry menilai Sultra memiliki keunggulan kompetitif untuk masuk dalam rantai besar industri halal nasional. Julukan Wonua Solo Kumi atau Negeri Anggrek dinilai mencerminkan kekayaan alam dan potensi ekonomi daerah yang besar.
“Sulawesi Tenggara punya tanah yang subur, basis UMKM yang kuat, dan potensi besar pada industri halal serta pariwisata berbasis prinsip syariah. Ini modal penting untuk tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Bank Indonesia, kata Destry, berkomitmen terus mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui pengembangan rantai nilai halal, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, hingga penguatan instrumen sosial keuangan syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Sultra bisa menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi syariah baru di Indonesia timur,” tutupnya. (red)









Tinggalkan Balasan