Muna – Nasib pilu menimpa Tri Haryati, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Di saat fisiknya digerogoti penyakit tumor otak, ia harus menelan pil pahit karena uang puluhan juta miliknya yang dipinjam oknum pejabat tak kunjung dikembalikan.

Dilansir dari Kendariinfo.com, Tri menceritakan bahwa persoalan ini bermula pada tahun 2020 silam. Kala itu, ia meminjamkan uang sebesar Rp 75 juta kepada mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Muna, La Ode Darmansyah.

Peminjaman tersebut terjadi setelah dirinya diyakinkan oleh mantan Camat Batalaiworu, Aswin, yang kini menjabat sebagai Kadis PUPR Muna Barat. Namun, niat tulus membantu itu justru berujung nestapa.

“Seharusnya uang itu bisa saya pakai untuk berobat. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan pengembaliannya,” ujar Tri Haryati dengan nada lesu saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/4/2026).

 Kondisi Tri saat ini kian memprihatinkan. Ia harus rutin bolak-balik ke Kota Kendari untuk menjalani pengobatan tumor otak yang dideritanya. Biaya yang dibutuhkan tentu tidak sedikit.

Ia mengaku sangat mengharapkan uang Rp 75 juta tersebut kembali untuk menopang biaya medis dan kebutuhan hidup sehari-hari. Sayangnya, janji tinggal janji.

Tri mengaku tidak tinggal diam. Ia sudah berulang kali menghubungi kedua pejabat tersebut untuk menagih haknya. Bukannya mendapatkan kejelasan, upaya Tri malah menemui jalan buntu.

Bahkan, Tri menyebut nomor WhatsApp miliknya kini telah diblokir oleh oknum pejabat tersebut. Upaya kekeluargaan yang ia bangun seolah tak dihargai.

“Saya sudah coba hubungi terus, tapi tidak ada kepastian. Malah sekarang nomor saya diblokir,” keluhnya.

Karena merasa tidak ada itikad baik, Tri akhirnya membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia telah melaporkan kasus dugaan utang piutang ini ke pihak kepolisian.

Bagi Tri, ini bukan sekadar urusan uang, melainkan soal keselamatan nyawanya. Ia berharap para pejabat tersebut tergetuk hatinya untuk segera melunasi kewajiban mereka.

“Persoalan ini menyangkut nasib dan keselamatan hidup saya. Saya sedang berjuang melawan penyakit serius, saya butuh hak saya kembali,” tegasnya. (red)

12 / 100 Skor SEO