Kendari,  — Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) secara aktif mendorong media massa, khususnya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), untuk mengambil peran lebih besar dalam mengawal dan menjadi kontrol sosial bagi industri jasa keuangan, terutama di tengah pesatnya perkembangan era digital. Peran ini dianggap krusial untuk mencegah praktik-praktik kecurangan (fraud) yang kerap luput dari perhatian publik.

Penegasan ini disampaikan oleh Komisaris Bank Sultra, Rahmat Apiti, dalam kuliah umum yang diselenggarakan di Aula Dekanat FISIP Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, pada Jumat (4/7/2025). Menurut Rahmat, peran jurnalis sangat dibutuhkan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam sektor keuangan.

“Kami ingin media massa ikut mengawal dan juga berperan dalam kontrol sosial dalam industri keuangan, utamanya di era digital saat ini,” ujar Rahmat. Ia menekankan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab penting untuk bekerja secara profesional dan independen agar mampu menjadi pengawas yang efektif terhadap dinamika industri keuangan.

Rahmat menjelaskan bahwa banyak kasus fraud yang tidak terdeteksi oleh pengawasan masyarakat umum. “Peran ini sangat diperlukan karena banyak kasus fraud yang luput dari pengawasan masyarakat. AMSI memiliki fungsi strategis dalam mengawal serta mengontrol jalannya industri keuangan, termasuk fenomena pinjaman online (pinjol) yang semakin marak,” terangnya.

Lebih lanjut, Rahmat menambahkan bahwa industri perbankan merupakan salah satu sektor yang paling cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Adaptasi ini, kata dia, diperkuat dengan keberadaan regulasi seperti POJK 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. “Kami dari perbankan lebih cepat beradaptasi karena adanya peraturan dan panduan yang jelas dalam implementasi teknologi,” jelasnya.

Meskipun demikian, Bank Sultra mengakui bahwa tantangan yang dihadapi perbankan juga semakin kompleks. Tantangan utama meliputi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta pemerataan akses internet dan komunikasi di berbagai wilayah.

“Semakin canggih teknologinya, tantangannya juga semakin besar. Bukan hanya soal sistem, tetapi juga kesiapan SDM dan infrastruktur digital,” tutup Rahmat, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara industri keuangan dan media massa dalam menghadapi kompleksitas era digital.

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
62 / 100 Skor SEO