MUNA BARAT, PERDETIKNEWS.COM – Perjalanan menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis tidak selalu mudah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Bagi pasien yang mengalami sesak napas, perjalanan menyeberangi laut menggunakan perahu kecil jenis katinting menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi tersebut dialami seorang pasien dari Pulau Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit setelah mendapatkan pelayanan awal di Puskesmas Maginti.
Pasien tersebut mengalami keluhan sesak napas yang diduga berkaitan dengan eksaserbasi asma.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan klinis, pasien membutuhkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan rujukan.
Namun, kondisi geografis wilayah kepulauan membuat perjalanan menuju rumah sakit tidak mudah.
Pasien harus menyeberangi laut menggunakan perahu kecil jenis katinting untuk mencapai fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri. Pasien dengan gangguan pernapasan berpotensi mengalami perburukan kondisi selama perjalanan, terutama jika sesak masih berlangsung dan membutuhkan pemantauan serta terapi medis berkelanjutan.
Kondisi tersebut kembali menyoroti pentingnya sistem rujukan kegawatdaruratan yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, mulai dari ketersediaan transportasi yang aman hingga dukungan peralatan medis dan koordinasi antara puskesmas dengan rumah sakit tujuan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat, Arif Ndaga, mengatakan bahwa kondisi geografis wilayah kepulauan merupakan tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama. Kami akan terus berupaya memperkuat sistem rujukan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan layak,” ujar Arif Ndaga.
Menurutnya, penguatan sistem rujukan perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat di wilayah kepulauan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis.
Dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah daerah, serta instansi terkait diharapkan dapat memperkuat layanan transportasi rujukan medis di wilayah kepulauan.
Ketersediaan transportasi medis yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting agar proses rujukan tidak hanya mengandalkan sarana penyeberangan biasa, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan pasien selama perjalanan.
Bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau, akses menuju rumah sakit bukan sekadar persoalan jarak.
Ketika kondisi darurat terjadi, tersedianya transportasi yang aman, dukungan medis, dan koordinasi rujukan yang baik dapat menentukan seberapa cepat pasien mendapatkan pertolongan.
Karena itu, penguatan sistem rujukan di wilayah kepulauan menjadi pekerjaan penting agar masyarakat Muna Barat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan layak tanpa terkendala kondisi geografis.
Editor: San



Tinggalkan Balasan