JAKARTA, PERDETIKNEWS.COM – Pernyataan Rocky Gerung yang menyarankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya belum berhenti menjadi perbincangan. Setelah menuai sorotan, muncul respons dari Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Syahganda Nainggolan, yang mengaku telah menghubungi Rocky secara langsung.
Dari komunikasi tersebut, Syahganda menyebut Rocky bersedia tidak mengulangi pernyataan serupa di ruang publik. Informasi itu disampaikan Syahganda pada Sabtu (10/10/2026), sebagaimana diberitakan sejumlah media.
“Pak Rocky Gerung sudah saya hubungi dan beliau bersedia untuk tidak menyampaikan hal yang sama,” kata Syahganda, dikutip dari pemberitaan media.
Syahganda menjelaskan, komunikasi itu juga berkaitan dengan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Menurut dia, Rocky sebelumnya belum mengetahui secara lengkap bahwa fungsi pemberian pertimbangan tidak hanya berkaitan dengan presiden, tetapi juga wakil presiden.
Penjelasan tersebut menjadi bagian dari respons atas pernyataan Rocky yang belakangan ramai dibicarakan.
Sebelumnya, Rocky menyarankan Gibran mempertimbangkan pengunduran diri setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait gugatan mengenai persyaratan pendidikan wakil presiden.
Dalam tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal, Rocky menilai pengunduran diri dapat menjadi salah satu cara untuk meredakan keresahan publik sekaligus mencegah Presiden Prabowo Subianto ikut terseret dalam polemik tersebut.
“Alangkah elegannya kalau Gibran mengundurkan diri. Untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah Presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal,” ujar Rocky dalam tayangan tersebut.
Pernyataan itu merupakan pandangan politik Rocky. Bukan keputusan hukum yang mewajibkan Gibran mengundurkan diri.
Polemik tersebut berkaitan dengan putusan MK atas gugatan mengenai persyaratan pendidikan Gibran. Dalam perkara itu, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing.
Putusan tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan di ruang publik, termasuk mengenai dampak politiknya terhadap posisi wakil presiden.
Di tengah perdebatan itu, pernyataan Syahganda mengenai komunikasinya dengan Rocky menghadirkan perkembangan baru. Namun, sejauh informasi yang disampaikan Syahganda, kesediaan Rocky untuk tidak mengulangi pernyataan serupa merupakan keterangan dari pihak Syahganda. Belum ada keterangan langsung dari Rocky dalam laporan yang menjadi rujukan ini untuk mengonfirmasi percakapan tersebut.
Dengan demikian, isu ini tidak hanya berkisar pada usulan Rocky agar Gibran mundur, tetapi juga menyentuh pemahaman mengenai peran Wantimpres serta bagaimana pandangan seorang pejabat publik disampaikan di tengah dinamika politik nasional.
Editor: San



Tinggalkan Balasan