KOLAKA – Ketua KONI Kabupaten Kolaka periode 2026–2030, H. Husmaluddin, langsung memasang target tinggi dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Husmaluddin mengatakan, KONI Kolaka telah melakukan persiapan sejak Mei 2026. Sejumlah atlet bahkan telah menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) sejak Juli.
Hal itu disampaikan Husmaluddin saat ditemui di sela menghadiri peresmian Sekretariat DPW PAN Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa 7 September 2026.
“Kalau prinsipnya Kabupaten Kolaka, khususnya KONI Kabupaten Kolaka, kita sudah persiapan mulai dari Mei. Karena memang kita masih optimis bahwa Porprov ini tetap akan dilaksanakan di tahun ini,” kata Husmaluddin.
Menurut dia, KONI Kolaka masih menunggu informasi dari KONI Sultra terkait cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam Porprov mendatang.
Meski demikian, persiapan tetap dilakukan dengan memprioritaskan sejumlah cabor yang dinilai memiliki potensi prestasi. Di antaranya sepak bola, bola voli, pencak silat dan atletik.
“Di bulan Juli itu kita sudah TC. Hanya memang kita belum tahu informasi dari KONI Provinsi terkait cabor-cabor apa saja yang akan dipertandingkan pada Porprov yang akan datang,” ujarnya.
Husmaluddin menegaskan, KONI Kolaka tidak ingin menunggu kepastian seluruh cabor baru kemudian bergerak. Persiapan dilakukan dengan mengacu pada cabor yang sebelumnya mengikuti Pra-PON maupun kompetisi tingkat tinggi lainnya.
Sebagai Ketua KONI Kolaka yang baru, Husmaluddin langsung menetapkan target besar untuk kontingen Kolaka.
Ia menargetkan Kolaka mampu menjadi juara umum Porprov Sultra.
“Karena kebetulan ini periode pertama saya menjadi ketua KONI di kepengurusan ini, maka target kita insya Allah juara umum,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, proses seleksi dan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Husmaluddin mengatakan aktivitas cabor di Kolaka tidak hanya berjalan ketika menghadapi Porprov.
“Cabor di Kolaka itu aktif terus. Jadi bukan hanya karena mau ada Porprov mereka baru aktif. Tetapi memang setiap tahun mereka aktif,” katanya.
Menurut Husmaluddin, masing-masing cabor rutin menggelar pertandingan. Dari berbagai pertandingan tersebut dilakukan proses seleksi untuk mendapatkan atlet yang dinilai layak memperkuat kontingen Kolaka.
“Setelah kita ada beberapa yang kita seleksi, itulah sekarang yang kita TC,” jelasnya.
Dari sisi sarana dan prasarana, Husmaluddin menyebut Kolaka memiliki fasilitas olahraga yang relatif lengkap.
Menurutnya, salah satu modal tersebut berasal dari pengalaman Kolaka menjadi tuan rumah Porprov Sultra pada 2018.
“Di antara semua kabupaten yang ada di Sultra, Kolaka ini salah satu kabupaten yang lengkap secara fasilitas. Karena kebetulan kita pernah menjadi tuan rumah Porprov di tahun 2018,” ujarnya.
Ia memastikan fasilitas yang tersedia hingga kini masih dapat mendukung kebutuhan persiapan atlet.
“Fasilitas itu masih memenuhi syarat sampai sekarang,” sambungnya.
Dukungan anggaran juga menjadi salah satu fokus persiapan kontingen Kolaka.
Husmaluddin mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Kolaka telah mengalokasikan Rp5 miliar melalui APBD 2026 untuk persiapan menghadapi Porprov.
“Kebetulan alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Kolaka untuk APBD tahun 2026 itu sudah menggelontorkan dana Rp5 miliar,” ungkapnya.
Husmaluddin menjelaskan, anggaran tersebut difokuskan untuk kebutuhan persiapan Porprov. Sementara bonus bagi atlet yang meraih prestasi akan diupayakan melalui APBD 2027.
“Di perubahan ini kita tidak ambil anggaran, karena kita kejar anggaran di 2027 untuk atlet-atlet yang berprestasi. Jadi misalkan bonus atlet itu akan dibebankan di APBD 2027. 2026 ini betul-betul anggaran untuk persiapan Porprov,” jelasnya.
Meski demikian, Husmaluddin mengakui anggaran Rp5 miliar tersebut belum sepenuhnya ideal jika dibandingkan dengan seluruh kebutuhan kontingen.
“Kalau ideal itu tetap belum. Hanya mengingat daerah sekarang ini kan efisiensi, makanya kita anggap sudah besar,” katanya.
Selain APBD, persiapan kontingen Kolaka juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan melalui dana corporate social responsibility (CSR).
“Dan kelebihan kami di Kabupaten Kolaka, karena ada beberapa perusahaan yang menyumbangkan dana CSR-nya untuk program Porprov ini,” ungkapnya.
Bonus Tak Hanya untuk Atlet
KONI Kolaka juga menyiapkan skema penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih medali.
Husmaluddin mengatakan pemerintah daerah bersama KONI berencana memberikan bonus besar kepada atlet berprestasi. Bahkan, skema penghargaan tersebut akan diperluas.
Jika sebelumnya bonus lebih banyak diberikan kepada atlet, pada Porprov kali ini pelatih, ofisial dan manajer juga akan mendapatkan apresiasi.
“Bonusnya akan besar. Kami memang kejar target kalau bisa paling terbesar di antara beberapa kabupaten,” ujarnya.
“Target kita bukan hanya atlet yang mendapat bonus, tetapi ofisial juga dapat, manajer juga dapat. Jadi yang dapat itu mulai dari ofisial, pelatih sampai atletnya,” lanjut Husmaluddin.
Tak hanya prestasi di arena pertandingan, KONI Kolaka juga menyiapkan perhatian terhadap keberlanjutan masa depan atlet setelah tidak lagi berkarier di dunia olahraga.
Wakil Bupati Kolaka tersebut mengatakan atlet berprestasi nantinya akan diberikan pilihan, termasuk peluang untuk mendapatkan pekerjaan di lingkungan pemerintah daerah maupun perusahaan.
“Kami kasih nanti tawaran. Apakah kamu mau masuk di Pemda atau kalian mau cari di pihak ketiga atau perusahaan,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah dan KONI siap membantu memfasilitasi atlet berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka mengharumkan nama Kabupaten Kolaka.
“Pemda dan KONI siap untuk memfasilitasi, karena itu bentuk apresiasi pemerintah kepada atlet karena mereka sudah mengharumkan nama kabupaten,” pungkasnya.
Editor: Ixan



Tinggalkan Balasan