KENDARI — Polda Sulawesi Tenggara masih mendalami kasus pembangunan Gerbang Toronipa. Penyidik kini menelusuri setiap tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga penerimaan hasil pekerjaan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara Kombes Pol Wisnu Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kanit 3 Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra AKBP Asri Suwali mengatakan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut Asri, penyidik telah melakukan ekspos audit investigasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil audit tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan perkembangan perkara.

“Kalau kita bicara pengadaan itu ada standarisasi. Dari situ kita akan melihat apakah persoalannya ada di pelaksanaan, pengawasan, penerimaan atau perencanaan,” kata Asri dalam keterangannya kepada wartawan.

Penyidik, kata dia, tidak hanya melihat hasil pekerjaan yang sudah berdiri. Setiap tahapan proyek akan ditelusuri untuk mengetahui di bagian mana persoalan muncul.

“Problemnya di mana ini? Di pelaksanaankah? Di pengawasankah? Di penerimaankah? Di perencanaankah?” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa 26 saksi yang berasal dari pihak pelaksana kegiatan maupun dinas terkait.

Meski demikian, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Penetapan pihak yang dianggap bertanggung jawab baru akan dilakukan setelah perkara masuk tahap penyidikan dan hasil pemeriksaan, termasuk audit investigasi, diperoleh.

Polisi juga mengungkap adanya temuan sementara dalam ekspos bersama BPKP terkait pembangunan Gerbang Toronipa.

Nilai kegiatan tersebut disebut sekitar Rp32 miliar. Dari hasil sementara, terdapat kekurangan volume serta kelebihan atau kemahalan harga.

“Untuk indikasi temuan kerugiannya atau kelebihan daripada harga tersebut kurang lebih Rp10 miliar lebih,” kata Asri.

Namun, ia menegaskan angka tersebut belum dapat ditetapkan sebagai kerugian negara final.

“Namun itu belum bisa kami fix-kan dikarenakan setelah nanti keluar hasil daripada audit investigasi tersebut,” ujarnya.

Persoalan spesifikasi pekerjaan juga menjadi bagian yang akan dihitung dalam audit investigasi. Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, turut disinggung mengenai material atau pekerjaan yang diduga tidak sesuai standar yang ditentukan.

Polisi menyatakan persoalan tersebut masih menjadi bagian dari materi yang akan dihitung oleh auditor.

“Termasuk yang itu, seperti kami sudah sampaikan, bahwa itulah yang menjadi perhitungan dalam audit investigasi nanti,” kata Asri.

Penyidik juga mendalami kemungkinan persoalan yang berkaitan dengan tahap perencanaan. Sebab, dalam sebuah proyek, spesifikasi pekerjaan ditentukan sejak proses perencanaan sebelum dilaksanakan di lapangan.

Asri menjelaskan, apabila persoalan muncul dari spesifikasi yang ditetapkan sejak awal, maka penyidik akan melihat siapa yang menyusun dan menetapkan perencanaan tersebut.

“Kalau dari perencanaan, bisa saja,” ujarnya.

Ia mengatakan pemeriksaan nantinya akan melihat seluruh mata rantai pekerjaan. Mulai dari pihak yang merencanakan, melaksanakan, mengawasi hingga menerima hasil pekerjaan.

Dengan demikian, penyidik belum menyimpulkan pihak mana yang bertanggung jawab atas persoalan dalam proyek tersebut. Semua masih menunggu perkembangan penyelidikan dan hasil audit investigasi.

Terkait proses audit, polisi menyebut tidak ada kendala di lapangan. Lamanya proses lebih disebabkan banyaknya permintaan audit investigasi yang harus ditangani BPKP sehingga jadwal pemeriksaan perlu disesuaikan.

Setelah hasil audit investigasi diterima, polisi akan menentukan langkah hukum berikutnya.

Polda Sultra sebelumnya menyampaikan perkara Gerbang Toronipa direncanakan ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah hasil audit investigasi diperoleh.

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil tersebut sambil mendalami seluruh rangkaian pekerjaan proyek.

Editor: Ixan

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
55 / 100 Skor SEO