Bandung – Kedaulatan digital Indonesia tidak cukup dibangun dengan memastikan masyarakat terhubung ke internet. Pemerintah kini mendorong agar konektivitas juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, layanan publik hingga peningkatan kesejahteraan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo dalam momentum Hari Bakti Postel ke-81 di Kantor Pos, Bandung. Disampaikannya, tantangan pembangunan sektor telekomunikasi telah berubah dibandingkan perjuangan para pendahulu 81 tahun lalu.
“Yang perlu terus kita tanyakan bukan hanya seberapa jauh Indonesia telah terhubung, tetapi apa yang berubah setelah masyarakat itu terhubung,” kata Angga, Minggu (27/9/2026).
Ia mengingatkan, konektivitas seharusnya tidak berhenti pada tersedianya akses internet. Menurutnya, infrastruktur digital harus membuka kesempatan baru bagi masyarakat.
Wamenkomdigi menyebutkan menjawab persoalan anak-anak memperoleh akses belajar yang lebih baik, UMKM mendapatkan pasar yang lebih luas, masyarakat semakin mudah mengakses layanan publik, serta teknologi membuka lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Dari sekadar menghubungkan menjadi memberdayakan,” ucapnya.
Angga mengatakan transformasi digital Indonesia perlu dibangun secara utuh dengan setidaknya tiga fondasi yang berjalan bersamaan. Pertama, memastikan masyarakat semakin terhubung melalui konektivitas yang merata dan berkualitas.
Kedua, menciptakan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh melalui peluang ekonomi dan inovasi. Ketiga, memastikan masyarakat tetap terlindungi dalam ekosistem digital yang aman dan terpercaya.
Angga menyebutkan bahwa ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kedaulatan digital Indonesia di tengah semakin besarnya ketergantungan masyarakat terhadap teknologi.
Wamenkomdigi menegaskan pembangunan kedaulatan digital tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Ekosistem industri dan insan sektor pos dan telekomunikasi juga memiliki peran penting.
“Pemerintah menyiapkan arah dan ekosistemnya. Industri menghadirkan investasi dan inovasi. Sementara seluruh insan postal memastikan teknologi benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi yang lebih kuat di antara seluruh ekosistem postel. Peran masing-masing pihak memang berbeda, tetapi diarahkan pada tujuan yang sama, yakni menjadikan kemajuan teknologi sebagai kekuatan bagi Indonesia.
Angga mengatakan momentum Hari Bakti Postel ke-81 menjadi pengingat bahwa teknologi dan tantangan sektor komunikasi terus berubah. Jika 81 tahun lalu perjuangan para pemuda berkaitan dengan pengambilalihan sarana pos, telegraf, dan telepon di Bandung dari pemerintah Jepang.
“Kini tantangannya bergeser pada bagaimana Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa,” ungkapnya.
Upacara peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung diselenggarakan oleh komunitas industri ICT dan digital, yang dikomandoi oleh Asosiasi Pengembangan Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel).
Upacara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 yang berlangsung sejak Agustus 2026 dengan mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat.”
Kegiatan upacara salah satunya diisi dengan peletakan karangan bunga di Tugu Peringatan Oleh Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo, Ketua Umum Aspimtel, Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) yang juga sebagai Ketua Umum Hari Bhakti Postel ke-81, dan Direktur Manajemen Risiko PT Pos Indonesia, Rosmanidar Zulkifli mewakili Dirut PT Pos Indonesia. Moment ini sebagai penghormatan kepada pejuang-pejuang di Pos dan Telekomunikasi Indonesia kala mempertahankan kedaulatan Pos dan Telekomunikasi Indonesia.
“81 tahun lalu para pemuda kita berjuang mengambil alih jawatan Pos, Telegram, dan Telefon dari Pemerintah Jepang. Perjuangan itu membawa pesan relevan sampai saat ini, bahwa infrastruktur vital dan strategis telekomunikasi sangat penting bagi kedaulatan bangsa,” ujar Wamen Komdigi Angga Raka dalam pidatonya saat menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung.
Pemerintah, menurutnya, akan terus mendorong industri ITC dan digital agar terus tumbuh dan berkembang sehingga masyarakat Indonesia di semua daerah bisa saling terhubung, dan merasakan manfaat dari hadirnya layanan digital dan telekomunikasi secara nasional. “Hari ini bentuk perjuangannya berubah, kita tidak lagi mengambil alih sarana komunikasi, tapi saat ini memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa dan negara,” ungkap Angga Raka.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak sehingga seluruh rangkaian acara Hari Bhakti Postel ke-81 yang berlangsung sejak Agustus 2026 diklaim berjalan lancar dan semarak.
Mulai dari pemeran teknologi dan digital, funwalk, kompetisi esports, turnamen mini soccer, donor darah, serta puncak acara yang berlangsung hari ini. Rangkaian kegiatan tidak hanya untuk komunitas ITC dan digital, tapi juga melibatkan masyarakat luas termasuk para generasi muda.
Menurut pria yang disapa Teddy ini pun optimis, dengan sinergi apik yang sudah terbangun ini, industri ITC dan digital akan terus tumbuh dan berkembang, sehingga dapat berkontribuksi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui inklusivitas layanan telekomunikasi dan digital di tengah masyarakat.
“Kami sebagai pelaku industri konektivitas digital di Indonesia melihat bahwa inklusivitas digital sangat ditunggu oleh masyarakat secara luas dan merata. Ini tujuannya agar konektivitas ini semakin terintegrasi melibatkan seluruh ekosistem di Indonesia, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian yang ditopang melalui kematangan infrastruktur digital,” pungkas Teddy.
sumber: detik net



Tinggalkan Balasan