New York – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan di PBB bahwa Moskow siap membantu menstabilkan situasi di Selat Hormuz dan kawasan Teluk yang lebih luas. Hal itu disampaikan di tengah masih berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“Kita membutuhkan kepercayaan dalam hubungan antara negara-negara Teluk, negara-negara Arab, dan Iran. Kita membutuhkan arsitektur regional yang stabil,” kata Lavrov kepada para pemimpin dunia dalam Sidang Umum PBB, seperti dilansir AFP, Sabtu (26/9/2026).
“Rusia, bersama negara-negara lain yang bertanggung jawab, siap memberikan kontribusi konstruktif untuk menstabilkan kawasan yang secara strategis penting ini,” katanya.
Sebelumnya, Iran menawarkan usulan terbaru untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, asalkan Amerika Serikat (AS) memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan Teheran. Namun, Presiden AS Donald Trump dikabarkan menolak usulan tersebut dan justru mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (26/9/2026), melakukan pembicaraan dengan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, pada Selasa (22/9) waktu setempat.
Dia menuturkan bahwa Teheran telah memaparkan syarat-syarat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur pelayaran strategis itu.
“Iran telah menyampaikan rencana konkret berdurasi tujuh hari kepada Amerika Serikat, melalui Qatar. Jika syarat-syarat yang diperlukan telah dipenuhi, maka selat tersebut dapat dibuka kembali dan lalu lintas maritim normal dapat dipulihkan dalam waktu tujuh hari,” ujar Araghchi di sela-sela menghadiri Sidang Umum PBB.
“Kini, pilihan ada di tangan Amerika Serikat. Iran tidak menerima paksaan, ancaman, atau intimidasi, dan Iran tidak akan menyerahkan hak-hak kedaulatannya di bawah tekanan,” tegas Menlu Iran tersebut.
Namun, beberapa jam setelah pernyataan Araghchi disampaikan, media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Trump telah menolak usulan terbaru Iran tersebut. WSJ mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebut namanya dalam laporan pada Jumat (25/9).
Laporan WSJ itu menyebutkan bahwa Trump merasa skeptis jika Teheran akan memenuhi tuntutan yang diajukan AS.
Trump, menurut laporan WSJ, mengatakan kepada para stafnya bahwa dirinya berencana melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada November mendatang selesai digelar.
Presiden AS itu belum secara resmi menyampaikan pernyataan menanggapi tawaran baru Iran. Namun, dia mengunggah gambar melalui akun media sosial Truth Social miliknya yang menampilkan peta Selat Hormuz yang dilingkari dan diberi label “Selat Trump”.
sumber: detik news



Tinggalkan Balasan