KENDARI – Pemerintah Kota Kendari mendorong setiap kelurahan memiliki merek kolektif untuk produk unggulannya.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Akselerasi Merek Kolektif yang digelar Pemkot Kendari bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Senin (14/9/2026).
Rakor dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan. Dalam sambutannya, Amir menyampaikan bahwa program tersebut berlandaskan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis beserta perubahannya.
Ia menjelaskan, merek kolektif dapat digunakan secara bersama oleh koperasi, kelompok usaha, maupun badan hukum yang anggotanya menjalankan kegiatan usaha di bawah satu identitas dagang.
Menurut Amir, Kota Kendari memiliki beragam warisan budaya dan potensi ekonomi lokal. Di antaranya perak Kendari atau Kendari Werk, yakni kerajinan perak dengan teknik filigree yang telah dikenal sejak masa kolonial, serta kain tenun bermotif Tolaki yang memiliki ciri khas, filosofi, dan doa leluhur masyarakat setempat.



Tinggalkan Balasan