KONAWE KEPULAUAN — Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Halu Oleo (UHO), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar edukasi kebencanaan bagi siswa dan guru SMAN 1 Wawonii Utara, Konawe Kepulauan, pada Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan pelajar terhadap potensi gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di wilayah Pulau Wawonii. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui diskusi mengenai penyebab gempa, potensi tsunami, proses likuifaksi, serta langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan itu karena edukasi kebencanaan serupa disebut belum pernah dilaksanakan di SMAN 1 Wawonii Utara dalam lima tahun terakhir.
Dosen Teknik Geofisika ITB sekaligus ketua tim kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, Endra Gunawan, mengatakan edukasi bagi generasi muda di wilayah yang rentan terhadap gempa dan tsunami penting untuk menumbuhkan sikap tangguh bencana.
“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menjadi agen penyebar informasi dan edukator kebencanaan bagi siswa di sekolah maupun anggota keluarga di rumah. Dengan begitu, pengetahuan mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Endra, seperti dikutip dari Konkepkab.go.id.
Selain penyuluhan, tim menyerahkan materi edukasi tentang gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi kepada pihak sekolah. Materi tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai bahan pembelajaran bagi guru dan siswa.
Kepala SMAN 1 Wawonii Utara mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap kerja sama serupa dapat berlanjut. Pihak sekolah juga mengusulkan adanya kontak atau kanal komunikasi untuk berbagi pengetahuan mengenai penanggulangan bencana.
“Kami berharap ke depan ada kontak atau kanal komunikasi yang dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan sehingga setiap tahunnya kami dapat memperoleh informasi untuk disampaikan kepada anak-anak mengenai pentingnya memahami penanggulangan bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami,” ujarnya.
Menurut pihak sekolah, keberlanjutan edukasi menjadi salah satu kunci untuk menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan sekolah diharapkan dapat membuat kegiatan serupa berlangsung secara berkala.
Informasi ini disampaikan Pemkab Konawe Kepulauan melalui Konkepkab.go.id dalam artikel yang diterbitkan pada 14 Juli 2026.
Sumber: Pemkab Konawe Kepulauan — lihat sumber





Tinggalkan Balasan