JAKARTA, – Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun menyoroti insiden hilangnya lima jurnalis saat meliput di kawasan Gunung Krakatau. Ia mendorong penguatan koordinasi dan konektivitas antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan SAR Nasional (Basarnas), serta lembaga terkait lainnya.
Boyman menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja di Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/9/2026). Menurut dia, informasi mengenai kondisi alam dan potensi bencana perlu diteruskan secara cepat kepada Basarnas agar langkah persiapan dapat dilakukan sebelum keadaan darurat terjadi.
Ia juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini yang dapat segera diterima masyarakat. Informasi tersebut, kata Boyman, harus memuat waktu dan lokasi bencana, potensi dampak yang ditimbulkan, serta langkah yang perlu dilakukan masyarakat.
“Makanya kemarin saya juga memberikan masukan jadi kerja samanya itu harus konektivitas antara BMKG dengan Basarnas, dan segala lembaga lain yang berkaitan,” ujar Boyman kepada Parlementaria di Bogor, sebagaimana dikutip dari E-Media DPR RI.
Boyman turut mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penambahan anggaran operasional bagi Basarnas dan lembaga lain yang berkaitan dengan penanganan situasi kebencanaan. Ia menilai dukungan tersebut diperlukan agar tugas pencarian, pertolongan, dan penyampaian informasi dini kepada publik dapat berjalan maksimal.
Terkait insiden tersebut, Boyman menyampaikan doa agar lima jurnalis yang hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Semoga cepat ketemu. Ya, saya berharap semoga saudara kita yang hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya.
Sumber: E-Media DPR RI — lihat sumber





Tinggalkan Balasan