KONAWE UTARA – Langkah transformasi besar-besaran tengah dilakukan oleh PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (kode saham: PACK).
Emiten yang baru saja berganti haluan bisnis ke sektor komoditas energi ini, bersiap melakukan ekspansi strategis dengan mengakuisisi dua perusahaan penambangan bijih nikel di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan total nilai mencapai US$ 75,91 juta.
Berdasarkan informasi resmi pihak manajemen PACK di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan mengambil alih kepemilikan minoritas namun strategis, yakni sebanyak 14,62% saham PT Konutara Sejati (KS) dan 15,62% saham PT Karyatama Konawe Utara (KKU) dari pihak WPK.
Secara rinci, alokasi dana akuisisi tersebut terbagi menjadi dua:
US$ 33,49 juta digunakan untuk membeli 14,62% saham PT Konutara Sejati (KS).
US$ 42,42 juta digunakan untuk mengakuisisi 14,62% saham PT Karyatama Konawe Utara (KKU).
Untuk memuluskan langkah akuisisi lahan nikel di Bumi Oheo ini, PACK mendapatkan sokongan dana segar dari pemegang saham pengendalinya, PT Eco Energi Persada (EEP). PACK meraih pinjaman atau perpetual loan dengan jumlah pokok sebesar US$ 93,14 juta dengan tingkat bunga sebesar 8,00% per tahun.
Mengingat EEP merupakan pemegang saham pengendali, maka kucuran dana ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.
Terlebih, nilai perpetual loan ini tergolong material karena mencakup 48,06% dari total ekuitas PACK.
Imbasnya, perseroan wajib mendapatkan penilaian independen guna menentukan kewajaran transaksi serta mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik.

Selanjutnya, dana jumbo dari penyerapan pinjaman tersebut dialirkan PACK kepada entitas anak usahanya, yakni PT Adhi Prakarsa Raya (APR) sebesar Rp749,59 miliar dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR) sebesar Rp591,78 miIiar, dengan skema pinjaman internal tanpa bunga dan tanpa jaminan guna mengeksekusi akuisisi di lapangan.
Gebrakan ekspansif ini tidak lepas dari masuknya tokoh pengusaha kakap nasional, H. Syamsuddin Andi Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam.
Belum lama ini, tepatnya pada 13 Mei 2026, Haji Isam secara resmi melakukan investasi besar dengan membeli sebanyak 6,83 miliar lembar saham atau setara 21,12% kepemilikan saham PACK.
Transaksi masuknya Haji Isam tersebut menelan dana fantastis hingga Rp 936,65 miliar dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 137 per lembar saham.
Masuknya modal baru ini sekaligus menandai babak baru bagi perseroan.
Sebagai informasi, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk awalnya merupakan perusahaan yang bergerak di industri kemasan dengan nama PT Solusi Kemasan Digital Tbk.
Namun, di bawah kendali pemilik dan manajemen baru, perseroan melakukan transformasi total menjadi perusahaan induk (holding) yang memfokuskan lini bisnis utamanya pada sektor pertambangan dan perdagangan nikel di Indonesia.
Masuknya gurita bisnis yang terafiliasi dengan Haji Isam ke wilayah Konawe Utara ini diproyeksikan bakal memperkuat dinamika industri hilirisasi dan pengelolaan cadangan energi strategis nasional berbasis di Sulawesi Tenggara. (red)



Tinggalkan Balasan