Kolaka – Ekspansi masif industri smelter nikel di Kawasan Industri Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dilaporkan merusak ruang hidup komunitas adat. Salah satu yang paling terdampak parah adalah Komunitas Bajau yang dikenal sebagai “orang laut”.
Berdasarkan laporan investigasi terbaru Satya Bumi, aktivitas pertambangan dan industri di kawasan tersebut telah menimbulkan kerusakan lingkungan laut yang sangat masif.
Akibatnya, wilayah tangkap ikan para nelayan tradisional kian menyempit karena perairan setempat tercemar berat oleh limbah industri.
Dampak pencemaran ini merembet serius pada kehidupan anak-anak suku Bajau di Pomalaa. Mereka kini tidak lagi bisa berenang bebas atau menghabiskan waktu lama di laut lepas.
Padahal, beraktivitas di laut lepas merupakan cara turun-temurun bagi anak-anak Bajau untuk mewarisi keterampilan maritim tradisional yang menjadi identitas utama suku mereka.




Tinggalkan Balasan