Kendari – Dugaan penganiayaan terhadap orang tua murid di lingkungan TK Mulia Islam Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial dan berujung laporan polisi. Peristiwa itu terjadi saat korban terlibat cekcok dengan seorang guru ketika menjemput anaknya di sekolah.
Korban berinisial HA (32), melaporkan seorang guru berinisial AI ke Polsek Mandonga. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/62/IV/2026/SPKT/Polsek Mandonga/Polres Kendari/Polda Sulawesi Tenggara terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya pada Kamis (30/4/2026).
HA mengaku awalnya datang ke sekolah untuk menjemput anaknya sekaligus menyampaikan masukan kepada kepala sekolah agar kegiatan membaca bagi siswa yang akan masuk Sekolah Dasar (SD) lebih ditingkatkan.
“Saya hanya memberikan saran supaya kegiatan membaca lebih ditingkatkan lagi untuk anak-anak yang sudah mau masuk SD,” ujar HA kepada awak media, Selasa (19/5).
Menurut HA, setelah masukan itu disampaikan, muncul percakapan di grup WhatsApp orang tua murid yang diduga berkaitan dengan dirinya. Merasa keberatan, ia kemudian mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan.
“Mungkin karena kepala sekolah menyampaikan saran saya ke guru-guru, sehingga ada postingan di grup WhatsApp orang tua murid yang menurut saya tidak wajar untuk dibaca,” katanya.
Saat berada di sekolah, situasi disebut memanas hingga terjadi adu mulut. Dalam keributan tersebut, HA mengaku ditampar oleh terlapor. Peristiwa itu kemudian terekam video dan beredar luas di media sosial hingga menjadi sorotan publik.
Menanggapi kejadian tersebut, Penanggung Jawab TK Mulia Islam Kendari, Lisnawati, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan para orang tua murid. Ia berharap insiden itu tidak menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang ingin menyekolahkan anaknya di TK tersebut.

“Kami dari pihak sekolah meminta maaf kepada ibu-ibu semua atas masalah yang terjadi kemarin. Guru-guru di sini baik-baik dan tidak ada lagi kekerasan,” kata Lisnawati, Kamis (21/5).
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh tenaga pendidik agar lebih mengedepankan etika dan mampu menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
Meski kasus itu ramai diperbincangkan, aktivitas belajar mengajar di TK Mulia Islam Kendari disebut tetap berjalan normal dengan 25 siswa masih mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa.
sumber: Kendari.info



Tinggalkan Balasan