Konawe – Dua guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial IS dan WA, dikabarkan dinonaktifkan sementara dari aktivitas mengajar di sekolah masing-masing. Langkah itu diambil setelah pihak sekolah menggelar rapat internal bersama dewan guru dan staf terkait dugaan kasus asusila, pada Kamis (21/5/2026).
Informasi tersebut diperkuat melalui berita acara yang diterima Kendariinfo. Dalam dokumen itu merekomendasikan IS dan WA untuk sementara dinonaktifkan dari tugas dan tanggung jawab mereka di lingkungan sekolah.
“Menonaktifkan guru atas nama IS dan WA dari tugas, tanggung jawab, dan jabatan,” demikian bunyi berita acara yang diterima Kendariinfo.
Selain itu, sekolah juga melakukan penunjukan pejabat dan pembina baru guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Posisi Bendahara BOS, Pembina OSIS, dan Pembina PMR yang sebelumnya dijabat oleh IS dan WA disebut telah dialihkan kepada pihak lain.
Dalam dokumen berita acara hasil rapat itu, keputusan tersebut dianggap sebagai hasil kesepakatan internal dewan guru dan staf sekolah untuk menjaga kondusivitas serta kelancaran aktivitas pendidikan di sekolah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, saat dikonfirmasi terkait berita acara itu memberi jawaban normatif. Ia mengatakan kasus itu sudah diatensi oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Konawe.
“Sudah diatensi oleh KCD,” ujarnya singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua oknum guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Konawe, Sultra, viral di media sosial.

Seorang istri sah berinisial YN melaporkan suaminya berinisial IS ke polisi usai memergokinya berbuat tak senonoh bersama rekan kerja wanitanya.
YN mengungkapkan, dugaan hubungan khusus antara suaminya dengan seorang guru perempuan berinisial WA sudah lama ia curigai. Keduanya disebut mulai dekat sejak sama-sama terlibat dalam pengelolaan dana BOS di sekolah tempat mereka mengajar.
sumber: kendari.info



Tinggalkan Balasan