KENDARI – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tengah menjadi sorotan publik menyusul dua insiden besar yang melibatkan oknum aparat keamanan. Kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur oleh oknum TNI yang kini melarikan diri, hingga penggerebekan dugaan perselingkuhan antar-oknum aparat, mencoreng citra institusi di wilayah tersebut.

Jagat media sosial baru saja diguncang oleh pengakuan memilukan seorang ibu berinisial MS. Melalui unggahan yang viral pada Rabu (29/4/2026), MS mengungkap bahwa anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) diduga menjadi korban asusila oleh oknum anggota TNI berinisial Sertu MB.

Perbuatan tersebut diduga telah berlangsung sejak korban masih kelas 5 SD hingga hampir lulus, yang mengakibatkan korban mengalami trauma berat, mental yang rusak, hingga dilaporkan sempat melakukan percobaan bunuh diri.

Sertu MB sempat menjalani pemeriksaan di Kodim 1417/Kendari, namun kabur dengan alasan janggal saat perkaranya hendak dilimpahkan ke Denpom XIV/3 Kendari.

Letkol CPM Haryadi Budaya Pela selaku Komandan Denpom XIV/3 Kendari menegaskan bahwa status Sertu MB kini telah ditingkatkan menjadi buronan dan proses hukum tetap berjalan meski pelaku menghilang. Sementara itu, Dandim 1417/Kendari belum memberikan penjelasan rinci karena sedang menjalankan dinas di luar kota.

Sebelum kasus pencabulan ini mencuat, warga Kendari lebih dulu dihebohkan dengan aksi penggerebekan di sebuah penginapan di Kelurahan Anduonohu pada Jumat (17/4/2026).

Insiden ini melibatkan cinta terlarang di mana seorang anggota Brimob Polda Sultra menggerebek istrinya sendiri yang tengah berduaan dengan pria lain. Istri pelaku penggerebekan diketahui merupakan anggota Bhayangkari, sementara pria yang bersamanya diduga kuat adalah oknum anggota TNI.

Hingga saat ini, identitas resmi dari kedua pihak yang terlibat dalam penggerebekan tersebut belum diungkap ke publik oleh pihak berwenang. Rentetan kasus ini memicu keprihatinan mendalam di tengah masyarakat Sultra, terutama pada kasus Sertu MB di mana MS selaku ibu korban terus bersuara lantang memohon keadilan agar pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah merusak masa depan sang anak.

Pihak Denpom Kendari menyatakan komitmennya untuk terus memproses kasus ini hingga tuntas, meski hingga kini Sertu MB masih dalam pengejaran intensif. (red)

9 / 100 Skor SEO