UEFA dilaporkan telah menangguhkan wasit Istvan Kovacs untuk sisa musim Liga Champions setelah keputusan-keputusan kontroversial dalam kemenangan Atletico Madrid 2-0 atas Barcelona. Pertandingan tersebut diwarnai oleh perselisihan terkait kartu merah dan penalti handball yang terlewatkan, yang membuat pelatih Barcelona, Hansi Flick, sangat marah.
UEFA menangguhkan wasit setelah malam yang kontroversial di Camp Nou
Wasit Kovacs dilaporkan tidak akan memimpin pertandingan Liga Champions lainnya musim ini setelah pertandingan leg pertama perempat final yang memanas antara Barcelona dan Atlético Madrid di Spotify Camp Nou. Menurut program radio Cope “El Partidazo”, keputusan UEFA tersebut terutama terkait dengan penanganan Kovacs atas insiden disiplin penting yang melibatkan bek Barcelona, Pau Cubarsi. Bek tengah muda tersebut awalnya hanya mendapat kartu kuning atas pelanggarannya terhadap Giuliano Simeone sebelum VAR menyarankan wasit untuk menaikkan keputusan menjadi kartu merah langsung.
Para ahli menyoroti kesalahan wasit yang krusial
Para pejabat UEFA dilaporkan menganggap kegagalan dalam langsung mengeluarkan kartu merah sebagai kesalahan wasit yang serius, sehingga badan pengatur tersebut memutuskan untuk mencoret Kovacs dari daftar wasit elit untuk babak-babak akhir kompetisi tersebut. Jurnalis Spanyol Isaac Fouto membahas sikap UEFA terkait pengusiran Cubarsi yang kontroversial itu dalam acara El Partidazo de Cope. “Wasit yang bertugas kemarin tidak akan memimpin pertandingan lagi, karena kesalahannya yang tidak langsung mengusir Cubarsi,” katanya.
Flick marah besar karena wasit tidak meniup peluit atas pelanggaran tangan
Sementara UEFA lebih fokus pada kartu merah yang diterima Cubarsi, pelatih Barcelona Hansi Flick justru kesal dengan insiden lain dalam kekalahan 2-0 tersebut. Pelatih asal Jerman itu mengkritik wasit setelah Marc Pubill tampak menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti menyusul tendangan gawang pendek dari kiper Juan Musso.
“Saya tidak tahu mengapa VAR tidak campur tangan,” kata Flick kepada Movistar. “Kita semua bisa membuat kesalahan, tapi apa gunanya VAR? Saya tidak bisa memahaminya. Seharusnya itu penalti, kartu kuning kedua, dan kartu merah. Inilah yang tidak boleh terjadi.”

Status Piala Dunia 2026 tetap tidak berubah
Meskipun secara efektif diskors hingga akhir musim Liga Champions 2025-26, Kovacs tampaknya tidak akan dijatuhi sanksi larangan bertugas di level internasional dalam jangka panjang, menurut Diario Sport. Wasit asal Rumania itu masih masuk dalam daftar awal wasit untuk Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.(Goal.com)


Tinggalkan Balasan