Andoolo – Gelombang protes besar melanda Kantor Inspektorat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Aliansi Masyarakat Desa Tetenggolasa bersama aktivis mahasiswa menggelar unjuk rasa besar-besaran menuntut penuntasan dugaan skandal korupsi di tingkat pemerintahan desa, Jumat (3/4/2026).
Aksi ini dipicu oleh mandegnya penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang melibatkan Kepala Desa dan Sekretaris Desa Tetenggolasa.
Massa aksi menyoroti praktik nepotisme mencolok di Desa Tetenggolasa, di mana jabatan Sekretaris Desa diduduki oleh anak kandung Kepala Desa sendiri. Hubungan kekeluargaan ini diduga kuat menjadi celah terjadinya kolusi dan pengelolaan anggaran desa yang tertutup.
“Bagaimana mungkin kasus yang melibatkan hubungan ayah dan anak dalam satu struktur pemerintahan desa tidak menjadi prioritas audit? Kami menuntut keterbukaan!” teriak salah satu orator di lapangan.
Mediasi yang dilakukan antara massa dengan pihak Inspektorat berakhir buntu. Riyan Aidam, Menteri Koordinator BEM Fakultas Hukum UHO yang mendampingi warga, melayangkan kritik pedas atas sikap pasif lembaga pengawas internal tersebut.
“Kami hadir membawa data dan keresahan rakyat, namun yang kami terima dari Inspektorat hanyalah retorika yang berputar-putar tanpa kepastian. Pernyataan bahwa ‘belum ada tindak lanjut’ adalah bentuk pengabaian terhadap keadilan,” tegas Riyan Aidam.
Ketidaktegasan Inspektorat Konsel memicu asumsi liar di tengah masyarakat terkait adanya upaya perlindungan terhadap oknum aparat desa tertentu. Riyan menekankan, jika fungsi pengawasan tidak berjalan objektif, maka korupsi di tingkat desa akan terus menjamur.
“Ketika lembaga pengawas tidak mampu mengambil langkah konkret, wajar jika masyarakat berasumsi adanya ‘permainan’ di balik meja,” lanjutnya.

Aliansi Masyarakat Tetenggolasa menegaskan aksi ini hanyalah awal. Jika dalam waktu dekat tidak ada audit investigatif yang transparan, massa mengancam akan membawa kasus ini ke Kejaksaan atau Kepolisian dengan eskalasi massa yang lebih besar. (red)


Tinggalkan Balasan