KENDARI – Wajah kawasan Tugu Religi Kendari dipastikan bakal berubah lebih estetik menjelang perayaan HUT Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-62 tahun 2026.
Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang kini memfokuskan pengerjaan pada penataan sisi kiri dan kanan kawasan ikonik tersebut.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), dalam Rapat Koordinasi (Rakor) HUT Sultra ke-62 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, 31 Maret 2026.
Gubernur ASR menekankan pentingnya kesiapan lokasi agar mampu menampung antusiasme masyarakat serta memberikan dampak ekonomi yang produktif melalui pameran UMKM dan ekonomi kreatif.
Plt Kepala Dinas Cipta Karya Sultra, Tommy Putra Alam Syah Bunggasi, mengungkapkan bahwa sisi kiri dan kanan menjadi titik krusial yang harus segera dibenahi untuk menunjang estetika dan kenyamanan pengunjung.
“Khususnya yang kita prioritaskan dalam rangka menunjang kegiatan rangkaian HUT, itu akan kami prioritaskan yang terkait dengan penataan kawasan sisi kiri dan kanan,” ujar Tommy kepada awak media.
Tommy menjelaskan, gambaran penataan di sisi kiri dan kanan tersebut tidak hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan mengedepankan konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Penggunaan soft material seperti rumput akan menjadi dominasi utama agar kawasan tetap asri.

“Kita prioritaskan estetika supaya lingkungan tetap terjamin. Kalau hard material semua nanti kurang mendukung, tapi kalau ada soft material-nya pakai RTH, saya kira akan lebih bagus lagi untuk kawasan terbuka,” jelasnya.
Selain penghijauan, akses penunjang di area samping tersebut juga akan dirapikan.
Kata dia, Jika waktu pengerjaan mencukupi sebelum puncak acara dimulai, fasilitas perparkiran di sisi tersebut direncanakan untuk dirapikan dan diaspal guna menghindari kekumuhan saat massa membludak.
Penataan ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Andi Sumangerukka untuk menjadikan perayaan HUT Sultra ke-62 sebagai momentum efisiensi dan produktivitas.
Gubernur ASR menargetkan output ekonomi mikro mencapai Rp 5 miliar dari perputaran transaksi selama acara berlangsung.
“Tujuan kita adalah efisiensi dan dampak nyata ke masyarakat. Dengan penataan lokasi yang baik, kita harap pelaku ekonomi dan UMKM bisa bergerak maksimal,” tegas Gubernur ASR dalam arahannya.
Dinas Cipta Karya juga mempertimbangkan aspek inklusivitas dalam penataan ini.
Selain fokus pada sisi estetika kiri dan kanan, draf desain makro juga akan menyisipkan zona playground anak agar kawasan Tugu Religi ramah bagi keluarga yang hadir merayakan hari jadi Bumi Anoa.
Pengerjaan ini ditargetkan rampung sebelum rangkaian utama HUT Sultra dimulai, dengan prioritas awal pada perapian kawasan dan keindahan lingkungan di sekitar zona utama. (red)




Tinggalkan Balasan