PERDETIKNEWS, KENDARI – Wali Kota Kendari, Dr. H. Siska Karina Imran, memilih jalur transparansi total.
Di tengah prestasi gemilang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang melambung dan status kemiskinan terendah di Sulawesi, ia tak sungkan mengakui ada yang kurang beres: angka pengangguran terbuka naik.
“Ini pukulan bagi saya,” ujar Siska, terus terang.
Dari 5,67 persen pada 2024, tingkat pengangguran terbuka di Kota Kendari naik 0,27 persen menjadi 5,94 persen pada 2025.
Dua faktor utama mendorong kenaikan ini: bonus demografi yang membuat penduduk bertambah 5.000 jiwa, serta urbanisasi masif dari kabupaten-kabupaten sekitar.
“Bu Kadis Ketenagakerjaan, ini tugas berat,” tegasnya. “Targetnya, triwulan III atau IV tahun ini harus kita tuntaskan.”
Siska menegaskan, ia tak ingin menyajikan data manis-manis belaka. “Saya tak mau sampaikan yang baik-baik saja. Mau buruk, mau baik, kami buka semua informasi. Sama-sama kita perbaiki.”
Di sisi lain, terdapat kabar menggembirakan. Gini Ratio, indikator ketimpangan pendapatan, justru menunjukkan tren turun. Siska bahkan memiliki ambisi besar: mencapai angka nol ketimpangan.

“Kalau nol, mau kaya mau miskin rata. Tak ada yang mendominasi. Insyaallah kita capai,” ujarnya penuh keyakinan.
Dalam mendukung program nasional tiga juta rumah, Pemerintah Kota Kendari menggratiskan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 7.534 unit.
Selain itu, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga dibebaskan untuk 2.277 transaksi, ditambah program bedah rumah sebanyak 196 unit.
Total, ada 10.007 unit rumah yang telah terfasilitasi. Capaian ini membawa Kendari masuk dalam daftar tiga kota/kabupaten penerima reward dari Kementerian Perumahan.
“Ini inovasi kami, bukan instruksi pusat,” ujar Siska dengan bangga.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kendari mencatatkan capaian 85,12 persen. Dari target 75.146 siswa PAUD hingga SMP, sebanyak 59.328 siswa telah menerima manfaat. Angka ini merupakan yang tertinggi di Sulawesi Tenggara.
Tak kalah membanggakan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 254.880 jiwa atau 70,48 persen dari total penduduk.
Capaian ini tidak hanya tertinggi di Sulawesi Tenggara, tetapi juga menyumbang data yang membawa provinsi ini masuk dalam tiga besar nasional penerima reward.
Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat
Sebanyak 65 Koperasi Merah Putih telah berdiri dengan 3.140 anggota.
Sebelas titik gedung sedang dibangun melalui kerja sama Forkopimda, dengan dua unit sudah selesai di Kelurahan Punggaloba dan Baruga.
Kendari juga berhasil masuk dalam 38 kota/kabupaten terpilih untuk program Sekolah Rakyat dari total 560 daerah di Indonesia. Dengan anggaran Rp 200 miliar, pembangunan ditargetkan selesai Juli 2026.
“Saya lobby berkali-kali ke Menteri Sosial baru oke,” kenang Siska. “Bukan hanya siswa, orang tua juga bisa memanfaatkan fasilitas ini.”
Angka stunting di Kendari berhasil ditekan dari 500-an anak menjadi 460 anak. Sebagai bentuk kepedulian, Siska mengeluarkan kebijakan baru: seluruh pejabat wajib menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting.
Siska sendiri mengasuh 30 anak, Wakil Wali Kota Sudirman 10 anak, Sekretaris Daerah lima anak, dan Ketua DPRD lima hingga enam anak.
Cakupan BPJS di Kendari mencapai 99,46 persen, melampaui target nasional 98 persen. Tantangan yang tersisa adalah meningkatkan keaktifan peserta yang saat ini 80 persen.
Untuk penanganan tuberkulosis (TBC), dari 8.305 kasus terduga, 2.039 telah terdiagnosa, dan 1.983 di antaranya atau 97 persen sedang menjalani pengobatan.
Infrastruktur kesehatan terus diperkuat dengan 16 rumah sakit, 37 klinik, 15 puskesmas, dan tiga laboratorium kesehatan.
Rumah Sakit Kota Kendari melayani 107.206 pasien rawat jalan dan 12.400 rawat inap, sementara RS Antero Hamra melayani 5.582 rawat jalan dan 1.005 rawat inap.
Berbagai revitalisasi gedung, relokasi UGD, serta pembangunan gedung cuci darah, pengelola darah, dan kateterisasi tengah berlangsung.
Kabar baiknya, Kendari termasuk dalam empat daerah di Sulawesi Tenggara yang dipastikan menerima bantuan khusus kesehatan dari Pemerintah Pusat pada tahun depan.
Penulis: Redaksi Perdetiknews.com
Editor: Ikhsan


Tinggalkan Balasan