(JAKARTA) – Industri keuangan syariah Indonesia terus tancap gas. Total asetnya kini sudah tembus angka fantastis: Rp 3.050 triliun, melonjak 11,3 persen (yoy). Angka ini ditegaskan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat membuka Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Kamis (6/11).
Mengusung tema “Keuangan Syariah untuk Semua, Kesejahteraan untuk Bangsa”, Friderica menyatakan bahwa syariah bukan sekadar urusan agama, melainkan motor penggerak pemerataan ekonomi nasional.
“Keuangan syariah memberikan banyak manfaat. Pertama tentu pemerataan ekonomi. Ini sesuai pesan atau dari visi-misi dari Bapak Presiden kita. Instrumen seperti zakat, infak, sedekah bisa menjadikan distribusi kekayaan berjalan lebih adil dan memperkecil kesenjangan,” ujar Friderica lugas.
Menteri UMKM Siapkan ‘Super App’ Digital SAPA UMKM
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman turut menyoroti pentingnya digitalisasi untuk menjangkau lebih dari 57 juta pelaku UMKM di seluruh pelosok negeri.
“Pertanyaannya, apakah dengan metode konvensional kita mampu menjangkau 57 juta pengusaha mikro? Hampir tidak mungkin. Karena itu, inovasi teknologi dengan metode digitalisasi menjadi kebutuhan,” kata Maman.
Maman mengungkapkan kementeriannya tengah bersiap meluncurkan sistem digital nasional bernama Sapa UMKM. Aplikasi super (super app) ini akan menjadi “game changer” yang menghubungkan kementerian, Pemda, perbankan, dan pelaku UMKM dalam satu sistem terintegrasi, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh pengusaha mikro.
Kolaborasi OJK & Kementerian Kunci Akses Pembiayaan
Kehadiran Sapa UMKM ini didukung penuh oleh langkah OJK yang telah menerbitkan POJK 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM.
“Kami berterima kasih kepada OJK atas dukungannya. POJK 19 menjadi back-up policy yang sangat penting untuk memperkuat perlindungan dan akses pembiayaan bagi UMKM di seluruh Indonesia,” tambah Maman.
EKSiS 2025 yang menghadirkan pameran, seminar, dan talk show interaktif ini merupakan puncak rangkaian kegiatan yang sebelumnya sudah digelar di Tangerang, Palembang, Bandung, dan Mataram. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara OJK, Kementerian UMKM, dan industri dalam menjawab 4 tantangan utama pengembangan syariah (4P): Pengembangan produk, Penetrasi pasar, Pemerataan akses, dan Pemahaman masyarakat.
SEO: keuangan syariah, EKSiS 2025, OJK Friderica, UMKM digitalisasi, aset syariah
KETGAM: ** Kepala Eksekutif Pengawas OJK Friderica Widyasari Dewi (kanan) bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kiri) saat pembukaan EKSiS 2025 di Jakarta, Kamis (6/11). Keduanya berkomitmen memperkuat keuangan syariah sebagai pilar ekonomi nasional.










