Peristiwa

Solidaritas Tak Berujung, Demo Ojol Meluas dari Jakarta Hingga Medan dan Surabaya

102
×

Solidaritas Tak Berujung, Demo Ojol Meluas dari Jakarta Hingga Medan dan Surabaya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, – Jalanan Jakarta tak pernah sesuram ini. Aroma gas air mata dan asap yang membumbung pekat menjadi saksi bisu amarah yang tumpah ruah.

Jumat (29/8) menjadi hari yang kelabu ketika ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan warga membanjiri Markas Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat.

Mereka tak datang untuk berdamai, melainkan untuk menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya Affan Kurniawan, sang pengemudi ojol yang sehari sebelumnya meregang nyawa terlindas kendaraan taktis Brimob.

Lidah api melahap pos polisi di Pasar Senen, menjadi simbol kemarahan yang tak terbendung. Pekikan “Hukum! Hukum!” dan teriakan “Pembunuh!” menggema, melampaui riuh klakson dan deru mesin. Di antara kerumunan, seorang ojol bernama Galuh (42) berteriak lantang,

“Polisi tugasnya melindungi, bukan membunuh! Jangan sampai dilindungi, harus dihukum seadil-adilnya.”

Massa yang berjuang mendapatkan keadilan itu sempat mendapat perlawanan. Gas air mata ditembakkan dari dalam markas, membuat banyak demonstran berlarian panik, sesak napas, dan batuk-batuk. Namun, tak ada yang mundur.

Ketika perwakilan Brimob muncul dan berulang kali mengucapkan “Kami minta maaf,” massa justru mencemooh. Mereka tak sudi menerima permintaan maaf yang diiringi narasi “tidak sengaja” melindas korban. Tuntutan mereka jelas: usut tuntas, adili seberat-beratnya.

Di tengah badai protes yang mengguncang Ibu Kota, Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara.

Melalui sebuah video, ia menyampaikan duka cita mendalam dan menjanjikan investigasi yang transparan. “Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini… akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya, mengakui kekecewaan atas tindakan aparat yang berlebihan.

Di saat yang sama, drama kemanusiaan lain berlangsung. Di TPU Karet Bivak, ribuan ojol mengantar kepergian Affan Kurniawan.

Lagi Viral, Baca Juga  Misi Prabowo, Visi ASR: Pertanian Terdepan di Sulawesi Tenggara

Tangis tak terbendung dari orang tua, adik, dan kakek-neneknya yang kini kehilangan tulang punggung keluarga. Ibu Affan bahkan sempat pingsan. Di antara tabur bunga dan lantunan tahlil, tampak sejumlah tokoh politik dan pejabat, termasuk Kapolda Irjen Pol. Asep Edi, yang kembali menyampaikan permohonan maaf dan janji penyelesaian kasus.

Namun, janji dan permintaan maaf saja tidak cukup meredam api yang terlanjur menyala. Di Solo, Surabaya, Bandung, dan Medan, gelombang demonstrasi terus bergulir. Di Solo, gerbang markas Brimob roboh digoyang massa, di Surabaya meriam air dan gas air mata ditembakkan. Semua adalah cerminan dari satu suara yang sama: rakyat menuntut keadilan, agar kekuasaan tidak lagi menjadi alat yang menindas. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!