KENDARI – Teka-teki mengenai raibnya dana miliaran rupiah milik jemaah Travel Tajak Ramadan Grup (TRG) Kendari mulai menemui titik terang. Unit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari membeberkan daftar agen yang terindikasi memiliki selisih setoran fantastis setelah melakukan audit terhadap rekening sang owner.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, menegaskan bahwa penyidikan saat ini difokuskan pada sinkronisasi antara mutasi rekening milik Amra Nur (Pemilik TRG) dengan data kewajiban paket jemaah.

“Dari pendalaman awal, ditemukan adanya dana yang seharusnya diterima oleh pihak TRG Kendari, namun diduga belum sepenuhnya diserahkan oleh sejumlah agen,” ungkap Ipda Ariel Ginting, Sabtu (28/2/2026).

Berdasarkan hasil “kuliti” mutasi rekening, polisi mencatat empat nama agen yang memiliki selisih dana mencolok antara jumlah jemaah yang direkrut dengan uang yang benar-benar disetorkan ke pihak travel:

1. Agen Hj. Emi Muthalib (Selisih Rp 2 Miliar) Membawahi 101 jemaah dengan total kewajiban mencapai Rp 3,42 miliar. Namun, dana yang tercatat masuk ke rekening TRG Kendari hanya sebesar Rp 1,36 miliar. Terdapat selisih Rp 2,05 miliar yang kini tengah dikejar penyidik.

2. Agen Nirmalasari (Selisih Rp 1,3 Miliar) Memiliki jumlah jemaah terbesar yakni 425 orang dengan total kewajiban Rp 10,64 miliar. Polisi menemukan dana yang disetor baru sebesar Rp 9,31 miliar, sehingga terdapat sisa Rp 1,33 miliar yang diduga belum diserahkan.

3. Agen Nikra Juna (Selisih Rp 1,1 Miliar) Membawahi 279 jemaah dengan beban kewajiban dana sebesar Rp 10,25 miliar. Berdasarkan mutasi rekening, dana yang masuk baru Rp 9,07 miliar, meninggalkan selisih sebesar Rp 1,17 miliar.

4. Agen Sumarni (Selisih Rp 936 Juta) Membawahi 51 jemaah dengan total kewajiban Rp 1,31 miliar. Namun, setoran yang masuk ke rekening TRG Kendari hanya sebesar Rp 376 juta, atau terdapat selisih Rp 936 juta.

Ipda Ariel Ginting menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus bergulir dengan agenda utama melakukan klarifikasi lanjutan kepada para agen tersebut. Polisi ingin memastikan ke mana aliran dana tersebut bermuara dan mengapa terjadi ketidaksesuaian yang sangat besar.

“Proses penyidikan masih berjalan, kami masih mendalami. Intinya, setoran agen ke travel ini tidak sesuai dengan paket yang ditentukan,” pungkasnya.

Hingga kini, pihak Polresta Kendari masih membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait guna memastikan transparansi arus dana dan memperjuangkan hak para jemaah yang hingga kini belum mendapatkan kepastian layanan. (red)

58 / 100 Skor SEO