WASHINGTON – Sekretaris Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Dan Driscoll diperkirakan akan meninggalkan jabatannya pada akhir tahun di tengah perseteruan dengan Menteri Perang Pete Hegseth yang sudah berlangsung selama beberapa bulan. Isyarat pengunduran diri petinggi Angkatan Darat ini diungkap The Wall Street Journal (WSJ).

Kepergian Driscoll akan kembali menciptakan kekosongan kepemimpinan di pucuk Angkatan Darat AS, yang hingga kini belum memiliki kepala yang dikukuhkan Senat sejak Hegseth mencopot Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George pada April.

Hegseth mencopot Jenderal George tanpa memberikan penjelasan secara terbuka mengenai keputusan tersebut dan hingga kini belum menunjuk pengganti permanen.

Jenderal Christopher LaNeve, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat sekaligus mantan ajudan militer senior Hegseth, saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas kepala staf Angkatan Darat.

Mengutip laporan dari WSJ, Minggu (23/8/2026), sekretaris Angkatan Darat dan keluarganya telah meninggalkan kediaman resmi keluarga di Joint Base Myer-Henderson Hall pada musim panas ini. Keluarganya pindah ke North Carolina, sementara Driscoll menempati apartemen yang lebih kecil di kompleks militer tersebut.

Driscoll, mantan anggota Army Ranger dan teman lama Wakil Presiden JD Vance, mulai menarik ketidaksenangan Hegseth pada masa-masa awal pemerintahan Presiden Donald Trump.

Ketegangan tersebut muncul setelah Driscoll berupaya mengatur kunjungan Vance dan Presiden Trump untuk bertemu dengan para tentara serta membahas rencana reformasi Angkatan Darat.

Terlepas dari gesekan tersebut, Driscoll membangun hubungan kerja yang kuat dengan Jenderal George selama sekitar 18 bulan menjabat sebagai sekretaris Angkatan Darat.

Keduanya mendorong institusi tersebut untuk mengadopsi teknologi baru, dengan berpendapat bahwa inovasi komersial dapat memainkan peran penting dalam masa depan peperangan.

Driscoll juga melakukan perjalanan ke Ukraina bersama George dan Jenderal Chris Donahue, yang saat itu merupakan jenderal tertinggi Angkatan Darat AS di Eropa. Dalam perjalanan tersebut, dia berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai negosiasi perdamaian.

Driscoll mendesak Angkatan Darat AS untuk mengambil pelajaran dari Ukraina, khususnya mengenai cara pasukan negara tersebut menggunakan teknologi yang tersedia secara komersial di medan perang.

Selama masa jabatannya, sejumlah perusahaan swasta juga berkomitmen menggelontorkan lebih dari USD25 miliar untuk berbagai proyek, termasuk pusat data, kilang pengolahan mineral kritis, dan fasilitas makan di pangkalan-pangkalan Angkatan Darat di seluruh AS.

Namun, kemitraannya dengan George terganggu setelah Hegseth secara tiba-tiba mencopot kepala Angkatan Darat tersebut pada April.

Bahkan sejumlah anggota Partai Republik di Kongres mengkritik keputusan tersebut dan menyatakan dukungan kepada George.

Ketika ditanya mengenai pencopotan tersebut dalam sebuah sidang Kongres, Driscoll tidak secara langsung mengkritik Hegseth. Namun, dia memperjelas sikapnya terhadap George.

“Saya juga menyukai Jenderal George,” kata Driscoll kepada para anggota Kongres, seraya menggambarkannya sebagai “pemimpin luar biasa yang membawa perubahan besar.”

Di tengah ketidakpastian mengenai posisinya, Driscoll justru mendapat pujian publik dari Trump dalam sebuah konferensi pertahanan di Pennsylvania bulan lalu.

Trump menyoroti kehadiran Driscoll sekaligus menggambarkannya sebagai sosok yang jauh lebih tangguh daripada yang terlihat.

“Dengan senyum indah itu, tetapi sebenarnya dia adalah seorang pembunuh. Lihat wajahnya yang indah dan ramah. Semuanya terlihat begitu bahagia. Dia seorang pembunuh. Anda percaya? Sebenarnya, orang-orang seperti itulah yang terbaik,” kata Trump.

sumber: Sindo News