Perdetik, – Penyaluran bantuan pembiayaan perumahan subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih berjalan lamban.

Kalangan guru, perawat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya belum banyak memanfaatkan program ini, meskipun pemerintah telah menyiapkan kuota besar dengan skema cicilan yang sangat terjangkau.

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fitrah Nur, mengungkapkan kekecewaannya.

Ia menyebut, rumah subsidi yang ditawarkan dengan suku bunga tetap 4% dan cicilan mulai dari Rp700 ribuan per bulan seharusnya menjadi peluang emas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami memiliki kuota besar untuk FLPP tahun ini. Sayangnya, hingga kini penyerapannya masih sedikit. Padahal, ini peluang besar untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Fitrah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/7/2025).

Menurut data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), hingga akhir semester I-2025, penyaluran FLPP telah mencapai 120.976 unit rumah senilai Rp14,99 triliun. Angka ini naik signifikan 44,5% dari periode yang sama tahun lalu.

Meskipun demikian, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengakui capaian tersebut masih jauh dari target. Dari target awal 220 ribu unit, penyaluran baru mencapai 54,98%. Jika mengacu pada kuota baru yang dinaikkan menjadi 350 ribu unit rumah, capaiannya bahkan baru 34,56%.

“Kenaikan ini tidak lepas dari komitmen para pengembang dan bank penyalur, namun kami harus bekerja lebih keras untuk mencapai target,” ujar Heru.

Data BP Tapera juga menunjukkan, mayoritas penerima manfaat FLPP adalah pekerja swasta, dengan total 92.332 unit atau 76,32% dari total penyaluran.

Sementara itu, PNS, TNI/Polri, dan wiraswasta masih tertinggal jauh. Hal ini menunjukkan bahwa segmen pekerja formal yang menjadi target utama belum banyak mengambil bagian dalam program ini.

BTN menjadi bank penyalur terbesar pada semester I-2025 dengan realisasi 64.429 unit. Posisi berikutnya ditempati BTN Syariah dan Bank BRI. Sementara dari sisi asosiasi pengembang, REI menjadi kontributor tertinggi dengan 50.759 unit, diikuti Apersi dan Himppera.

Secara geografis, Provinsi Jawa Barat mencatat penyerapan tertinggi, yakni 28.548 unit, disusul Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

BP Tapera optimistis target penyaluran akan terus meningkat di paruh kedua tahun ini. Mereka menekankan pentingnya sinergi semua pemangku kepentingan untuk mengejar target penyaluran rumah subsidi yang layak dan terjangkau.

“Dengan sisa waktu yang ada dan semangat kolaborasi yang sudah terbukti luar biasa, kami yakin target ini bisa tercapai,” tutup Heru.**

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
60 / 100 Skor SEO