Daerah

Raih Predikat ‘Zero Finding’, Sertifikasi ISO Jasa Raharja Diperpanjang Hingga 2028

124
×

Raih Predikat ‘Zero Finding’, Sertifikasi ISO Jasa Raharja Diperpanjang Hingga 2028

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, – PT Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam menjaga kelangsungan usaha dan pelayanan publik setelah berhasil mempertahankan sertifikasi Business Continuity Management System (BCMS) ISO 22301:2019.

Sertifikasi ini diperoleh kembali setelah Jasa Raharja menjalani Audit Surveillance yang dilakukan oleh British Standards Institution (BSI) pada 3–5 November 2025.

Audit tahunan ini bertujuan menguji efektivitas sistem keberlangsungan usaha di seluruh unit kerja, sekaligus memastikan Jasa Raharja siap menghadapi potensi gangguan operasional, termasuk bencana alam. Dengan demikian, pelayanan publik kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, menjelaskan bahwa penerapan BCMS yang efektif merupakan bagian penting dari keberlanjutan perusahaan yang berlandaskan prinsip Environmental, Social, Governance, Risk Management, and Compliance (ESGRC).

“Selain untuk pemenuhan standar, audit ini juga merupakan refleksi dari budaya kesiapsiagaan yang terus kami bangun di seluruh lini organisasi. Kami memastikan bahwa Jasa Raharja selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Harwan di Jakarta, Selasa (12/11/2025).

Audit yang berlangsung selama tiga hari ini dilakukan secara hibrida (onsite dan online), mencakup kantor pusat serta kantor wilayah seperti Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.

Audit difokuskan pada tujuh aspek utama penerapan BCMS, mulai dari komitmen manajemen, analisis dampak bisnis, strategi keberlangsungan usaha, hingga pengujian sistem dan evaluasi berkelanjutan.

Hasil audit menunjukkan pencapaian yang memuaskan dengan tidak adanya temuan (zero finding) dari auditor BSI. Dengan hasil gemilang ini, sertifikasi ISO 22301:2019 BCMS Jasa Raharja dinyatakan tetap berlaku dan diperpanjang hingga 23 Januari 2028.

“Keberhasilan mempertahankan sertifikasi ini menegaskan bahwa Jasa Raharja memiliki sistem keberlangsungan usaha yang tangguh dan terukur, serta mampu menjamin kesinambungan layanan publik bagi masyarakat di setiap situasi,” tegas Harwan.

Harwan menambahkan, capaian zero finding dari BSI adalah bukti konsistensi penerapan prinsip continuous improvement (peningkatan berkelanjutan).

Upaya ini dilakukan melalui tinjauan berkala, pelatihan, simulasi tanggap darurat, dan pengujian sistem dari Data Center ke Disaster Recovery Center.

Hal ini untuk memastikan kesiapan perusahaan merespons gangguan yang mungkin timbul dari aspek manusia, proses bisnis, teknologi, maupun infrastruktur.

Dengan perpanjangan sertifikasi ini, Jasa Raharja mempertegas posisinya sebagai BUMN yang memiliki ketangguhan operasional dan komitmen tinggi.

Perusahaan memastikan bahwa stabilitas internal yang dijaga berdampak langsung pada pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat agar tetap berjalan secara konsisten, andal, dan berkelanjutan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!