Kolaka Timur – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara memperkuat konsolidasi organisasi di Kabupaten Kolaka Timur. Ketua DPW PPP Sultra, Ir. Rachmawati Badallah, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PPP Kolaka Timur kepada Daswar, S.Pi.

Penyerahan SK tersebut sekaligus menempatkan Daswar pada posisi strategis di tubuh PPP. Selain dipercaya memimpin DPC PPP Kolaka Timur, Daswar juga merupakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2024-2029.

Momentum tersebut menjadi penting bagi PPP karena Daswar kini memiliki dua tanggung jawab sekaligus, yakni memperkuat mesin partai di tingkat kabupaten dan menjalankan mandat sebagai wakil rakyat di DPRD Sultra.

“Selamat kepada Pak Daswar atas amanah sebagai Ketua DPC PPP Kolaka Timur. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan membawa PPP semakin solid,” demikian pesan dalam momentum penyerahan SK tersebut.

Penunjukan Daswar juga memperkuat posisi PPP di wilayah Kolaka Timur yang menjadi salah satu basis pemilih penting di daerah pemilihan Sultra 5.

Daswar bukan wajah baru dalam politik PPP Sultra. Pada Pemilu 2024, ia berhasil mengamankan satu kursi DPRD Sultra dari Dapil 5 yang meliputi Kolaka, Kolaka Timur dan Kolaka Utara.

Data hasil Pemilu 2024 mencatat Daswar memperoleh 5.102 suara pribadi dan menjadi calon PPP yang meraih kursi DPRD Sultra dari dapil tersebut. PPP sendiri memperoleh 16.649 suara di Dapil Sultra 5.

Daswar kemudian menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Sultra dan tercatat sebagai anggota Komisi III. Dalam sejumlah agenda DPRD, ia terlibat dalam fungsi pengawasan, termasuk persoalan pertambangan dan aspirasi masyarakat di wilayah dapilnya.

Pada 2025, misalnya, Daswar turun melakukan reses di sejumlah wilayah Kolaka Timur. Aspirasi yang diserap masyarakat antara lain berkaitan dengan kebutuhan pembangunan jembatan dan drainase serta infrastruktur pendukung aktivitas pertanian.

Kini, dengan mandat baru sebagai Ketua DPC PPP Koltim, ruang kerja politik Daswar menjadi lebih luas.

Ia tidak hanya dituntut memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif, tetapi juga membangun konsolidasi organisasi PPP hingga ke tingkat bawah.

Penyerahan SK kepada Daswar berlangsung di tengah agenda konsolidasi PPP Sultra yang cukup intensif.

Ketua DPW PPP Sultra Rachmawati Badallah sebelumnya menegaskan pentingnya Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai bagian dari amanah organisasi untuk melahirkan kepengurusan yang baik dan kapabel.

PPP Sultra juga tengah mendorong penguatan struktur partai sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.

Bahkan pada September 2025, Rachmawati menyebut DPW dan DPC PPP se-Sultra solid dalam menghadapi agenda Muktamar PPP. Saat itu, ia menyebut konsolidasi PPP Sultra mencakup 17 kabupaten/kota dengan 19 suara dalam forum internal partai.

Konsolidasi tersebut kemudian berlanjut di tingkat kabupaten.

Dengan menempatkan kader yang sekaligus duduk di DPRD sebagai pimpinan DPC, PPP memiliki peluang mempertemukan kerja-kerja politik elektoral dengan kerja representasi masyarakat di parlemen.

Bagi Daswar, posisi tersebut tentu membawa tanggung jawab politik yang lebih besar.

Sebagai anggota DPRD Sultra, ia harus memastikan aspirasi masyarakat Kolaka Timur dapat diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.

Sementara sebagai Ketua DPC PPP Koltim, ia dituntut membangun struktur organisasi, memperkuat kaderisasi dan memperluas basis dukungan PPP di daerah.

Apalagi pada Pemilu 2024, PPP hanya meraih satu kursi dari Dapil Sultra 5 melalui Daswar. Data hasil pemilu menunjukkan PPP berada di posisi kesembilan perolehan suara partai di dapil tersebut dengan 16.649 suara.

Karena itu, penyerahan SK kepada Daswar bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Ada pekerjaan politik yang lebih besar di baliknya, membangun kembali kekuatan PPP di Kolaka Timur sekaligus menjaga kepercayaan pemilih yang telah mengantarkan Daswar ke DPRD Sultra.

Editor: Ikhsan