Daerah

Mendagri: Kinerja Fiskal Konawe Utara Terburuk, Belanja Lampaui Pendapatan

126
×

Mendagri: Kinerja Fiskal Konawe Utara Terburuk, Belanja Lampaui Pendapatan

Sebarkan artikel ini

KENDARI, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara terbuka menyoroti kinerja keuangan Kabupaten Konawe Utara (Konut) sebagai yang terburuk di antara daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Data yang dipaparkan Tito dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sultra 2025 menunjukkan, realisasi pendapatan Konut hingga Agustus hanya 29 persen, jauh di bawah rata-rata.

“Jangan pernah bermimpi suatu daerah [atau] negara akan bisa melompat, membuat rakyat sejahtera hanya dari APBN atau dari APBD,” tegasnya saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi Kadin Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2025 di Ballroom Phinisi I Hotel Claro, Kota Kendari, Rabu (27/8/2025).

Lebih lanjut, Mendagri mengungkapkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan: realisasi belanja Konawe Utara sudah mencapai 35 persen, melampaui pendapatannya sendiri. Kondisi ini, menurut Tito, menandakan defisit anggaran yang serius.

“Ini defisit. Dari mana? Dari SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) atau dari utang?” tanya Tito.

Mendagri mendesak Gubernur Sultra untuk segera memanggil dan mengevaluasi jajaran Pemda Konawe Utara, terutama Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan Kepala Dinas Pendapatan.

Menurutnya, kondisi defisit ini menunjukkan adanya masalah fundamental dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran.

“Tolong Pak Gubernur, Pak Anin, panggil mereka untuk paparan kenapa bisa defisit,” tegas Tito.

Kinerja Wakatobi dan Kota Kendari Dipuji

Di tengah sorotan negatif untuk Konawe Utara, Tito memberikan apresiasi kepada beberapa daerah lain yang menunjukkan pengelolaan keuangan yang baik. Ia memuji kinerja Bupati Wakatobi yang berhasil mencapai realisasi pendapatan 68 persen per Agustus.

“Ini kerjaan yang bagus,” kata Tito.

Pujian serupa juga ditujukan kepada Kota Kendari, Baubau, dan Muna yang dinilai memiliki realisasi belanja yang baik serta masih menyimpan cadangan kas di bank. Tito menekankan bahwa realisasi belanja yang efisien dan tepat waktu sangat vital untuk menggerakkan perekonomian lokal. (red)

Lagi Viral, Baca Juga  Sopir Dump Truk Kontraktor PT KDI Tewas dalam Kecelakaan di Konawe Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!