Jakarta – Penyakit Ginjal Kronis (CKD) kini menjadi momok menakutkan bagi dua negara tetangga, Malaysia dan Indonesia. Tak hanya mengancam nyawa, penyakit ini juga “memakan” anggaran negara dalam jumlah yang sangat fantastis.

Di Malaysia, pemerintah harus merogoh kocek hingga RM 3,3 miliar atau sekitar Rp 14,22 triliun setiap tahun hanya untuk pengobatan ginjal stadium akhir. Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menyebut ada lebih dari lima juta warganya yang hidup dengan CKD, namun mirisnya hanya 5 persen yang menyadari kondisi tersebut.

“Setiap hari, 28 warga Malaysia didiagnosis mengidap gagal ginjal dan harus memulai perawatan dialisis,” jelas Dzulkefly dikutip dari New Straits Times, Jumat (17/4/2026).

 Kondisi di tanah air setali tiga uang. Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa pembiayaan gagal ginjal di JKN (BPJS Kesehatan) melonjak drastis hingga 476,2 persen jika dibandingkan periode 2019-2025.

Bahkan, gagal ginjal kini resmi menyalip posisi kanker sebagai penyumbang beban pembiayaan terbesar kedua di BPJS Kesehatan, tepat di bawah penyakit jantung.

“Jadi memang hati-hati, ginjal itu seperti silent killer. Awalnya kenapa orang bisa sakit ginjal? Dia punya hipertensi dan penyakit gula (diabetes melitus) yang tidak terkendali,” tegas Nadia saat ditemui di Jakarta Selatan.

 Menyikapi hal ini, Malaysia mengambil langkah ekstrem dengan menaikkan bea cukai minuman manis menjadi 90 sen per liter sejak Januari 2025. Dana hasil pajak ini diputar kembali untuk subsidi obat diabetes guna menekan risiko komplikasi ke ginjal.

Sementara itu di Indonesia, tantangan terbesar adalah deteksi dini. Kerusakan ginjal sering kali terjadi tanpa gejala berarti hingga mencapai tahap lanjut di mana pasien wajib menjalani hemodialisa atau cuci darah 2-3 kali seminggu seumur hidup.

Dikutip dari Cleveland Clinic, ada beberapa tanda “alarm” tubuh yang harus diwaspadai:

  • Edema: Pembengkakan pada tangan, kaki, atau sekitar mata.

  • Perubahan Urine: Buang air kecil lebih sering (terutama malam hari) atau urine tampak berbuih.

  • Kelelahan Ekstrem: Akibat penumpukan limbah dalam darah (uremia).

  • Masalah Kulit: Kulit terasa sangat kering dan gatal.

  • Nafsu Makan Turun: Muncul rasa mual atau rasa logam di mulut.

Nadia mengingatkan bahwa tingginya angka pembiayaan adalah sinyal serius. Masyarakat diminta lebih disiplin mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah agar tidak berujung pada kursi cuci darah. (red)

18 / 100 Skor SEO