Kolaka – Ketegangan pecah di kawasan industri Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Sejumlah warga dari Desa Sopura melakukan aksi blokade jalan di simpang empat yang menjadi urat nadi akses menuju kawasan Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Kamis (2/4/2026).
Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap pihak pengelola kawasan yang dinilai menutup akses jalan tradisional menuju perkebunan masyarakat.
Kapolsek Pomalaa, IPTU Raynaldo Sembiring, mengonfirmasi bahwa aksi tersebut dipicu oleh penutupan jalan yang selama ini digunakan warga untuk beraktivitas.
Penutupan sepihak ini memaksa warga harus memutar jalur yang sangat jauh untuk mencapai lahan garapan mereka.
“Masyarakat Desa Sopura memprotes akses jalan yang tertutup. Dampaknya, warga yang ingin berkebun atau beraktivitas harus memutar cukup jauh. Ini yang memicu aksi unjuk rasa kemarin pagi,” tegas IPTU Raynaldo.
Senada dengan hal itu, Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando Oktober Sitompul, menyebut aksi blokade ini juga membawa misi pemberdayaan. Masyarakat lokal merasa hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan proyek IPIP.
“Ini aksi spontanitas dari masyarakat lokal terkait isu pemberdayaan tenaga kerja setempat. Mereka ingin kehadiran industri besar ini memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja warga sekitar,” jelas AKP Fernando.
Pantauan di lapangan menunjukkan aksi blokade menggunakan kayu dan ban bekas sempat membuat arus kendaraan logistik menuju kawasan IPIP tersendat. Simpang empat yang menjadi titik aksi merupakan jalur vital bagi mobilisasi material proyek.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola kawasan IPIP belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan pembukaan kembali akses jalan warga tersebut. Sementara itu, jajaran Polres Kolaka masih terus melakukan mediasi agar aksi blokade tidak kembali terulang dan mengganggu iklim investasi di Bumi Anoa. (red)


Tinggalkan Balasan