Metropolis

Konawe Selatan Bangga! Diva dan Micha Tembus 7 Besar Wajah Pesona Indonesia dan Boyong Gelar Prestisius

191
×

Konawe Selatan Bangga! Diva dan Micha Tembus 7 Besar Wajah Pesona Indonesia dan Boyong Gelar Prestisius

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, – Perjalanan gemilang dua talenta muda asal Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Diva Ayu Harlyan Sari dan Micha Salwa Nur Latifah, di ajang Wajah Pesona Indonesia (WPI) 2025 berakhir manis.

Dalam Malam Grand Final yang sarat nuansa Casual Etnik Glamour di Jakarta (9/11), kakak beradik ini tidak hanya berhasil menembus jajaran elit finalis, tetapi juga membawa pulang gelar bergengsi yang mengharumkan nama daerah.

Diva dan Micha membuktikan bahwa bakat dan pesona budaya lokal mampu bersaing di panggung nasional.

Kehadiran keduanya di WPI 2025, yang mengusung tema “Ningrat”—sebuah penghargaan terhadap kain tradisional dalam sentuhan modern—menjadi wadah sempurna untuk memperkenalkan keindahan tenun khas Sultra.

Diva Ayu Harlyan Sari, finalis Kategori C (13-15 tahun), menunjukkan kematangan karakter dan stage presence yang memukau sepanjang karantina.

Puncaknya, saat Malam Grand Final, Diva tampil anggun mengenakan busana tenun Sultra. Penampilan ini berbuah penghargaan Best Photogenic, sebuah gelar yang sangat prestisius di dunia modelling dan pageant.

Gelar ini secara tidak langsung menobatkan Diva sebagai representasi citra diri terbaik yang mampu menangkap lensa kamera, menandakan bahwa pesona wajah dan busana tenun Sultra yang ia kenakan memiliki daya tarik visual yang tinggi.

Selain gelar istimewa tersebut, Diva berhasil mengamankan posisinya di 7 Besar Finalis, menunjukkan konsistensi performa yang luar biasa di antara puluhan peserta dari seluruh Indonesia.

Tidak kalah membanggakan, sang adik, Micha Salwa Nur Latifah, yang berlaga di Kategori A (4–7 tahun), membuktikan usia belia bukanlah penghalang.

Dengan kepercayaan diri yang polos namun luar biasa, Micha sukses meraih gelar BEST COSTUM.

Gelar ini menjadi pengakuan tertinggi atas kreasi busana yang ia kenakan—diduga kuat merupakan busana tenun Sultra yang dipersiapkan khusus untuk sesi Casual Etnik Glamour.

Kemenangan ini menegaskan bahwa nilai estetika dan filosofi yang terkandung dalam kain tradisional Sultra mampu memikat dewan juri bertaraf nasional.

Micha juga berhasil mengukuhkan namanya di jajaran 7 Besar Finalis, sebuah pencapaian yang sangat langka untuk anak seusianya, sekaligus menjadikannya duta kecil budaya yang penuh potensi.

Koordinator Daerah WPI Kabupaten Konawe Selatan, Puspa Eka Misna, S.E., M.Si., menyampaikan rasa syukurnya atas hasil ini.

“Diva dan Micha telah mewujudkan misi mereka: tidak hanya sebagai finalis, tetapi sebagai duta yang memperkenalkan tenun Sultra ke kancah nasional. Gelar Best Photogenic dan Best Costum adalah bukti bahwa budaya kita memiliki tempat yang istimewa,” ujarnya.

Dukungan tulus juga datang dari sang ayah, Aipda Suhartono, S.H. “Yang penting bukan hanya menang, tetapi bagaimana kalian menunjukkan diri dengan percaya diri dan tetap bersikap rendah hati. Mereka sudah menampilkan diri dengan luar biasa,” pesannya, yang kini terasa semakin bermakna.

Prestasi Diva Ayu Harlyan Sari dan Micha Salwa Nur Latifah di WPI 2025 menjadi penanda bahwa regenerasi talenta di Konawe Selatan berjalan dengan baik.

Mereka tidak hanya membawa pulang
piala, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Sultra untuk terus berkarya, percaya diri, dan mencintai warisan budaya lokal mereka. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!