BAUBAU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi berbeda akibat cuaca panas dan kemarau ekstrem.
Kepala Disdamkarmat Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, saat dihubungi di Kendari, Kamis, mengatakan kemarau berkepanjangan membuat vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar. Kondisi tersebut menyebabkan api berpotensi cepat meluas dan mengancam wilayah di sekitarnya.
Ia menjelaskan, lokasi kebakaran pertama berada di samping BTN Inulgi, Kelurahan BWI, dengan luas lahan terbakar sekitar satu hektare. Pemadaman dilakukan oleh lima personel Posko Wolio menggunakan satu unit armada.
Kebakaran kedua terjadi di belakang SMPN 14 Baubau, Kelurahan Sulaa, yang menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektare. Petugas dari Posko Betoambari mengerahkan satu unit armada dan lima personel untuk memadamkan api. Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan oleh warga yang kemudian meluas tanpa kendali.
Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di Kelurahan Tampuna, Kecamatan Bungi, dengan luas area terdampak sekitar 45 x 60 meter persegi. Sebanyak lima personel Posko Bungi bersama satu unit armada diterjunkan untuk mengendalikan api yang diduga berasal dari pembakaran lahan warga.
Ali Hasan menyebutkan, meningkatnya kejadian karhutla serta munculnya kabut asap di Baubau berkaitan dengan kondisi kemarau ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan. Warga juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.



Tinggalkan Balasan